Masalah Sampah Mengganggu Keindahan Tembok Berlin Kota Sorong
Tembok Berlin di Kota Sorong, yang dikenal sebagai salah satu ikon kota dan tempat favorit untuk bersantai, kini terlihat tidak menarik akibat penumpukan sampah yang mengapung dan berserakan di sepanjang bibir pantai. Hal ini membuat keindahan ruang terbuka publik (RTP) Reklamasi tercoreng dan memicu kekecewaan dari para pengunjung.
Dari pantauan yang dilakukan, berbagai jenis sampah seperti serpihan kayu, plastik, botol minuman, hingga limbah rumah tangga dapat ditemukan mengapung di beberapa titik. Bahkan batu-batu penahan ombak yang membentang sepanjang reklamasi juga dipenuhi oleh sampah yang tersangkut di sela-selanya. Pemandangan ini sangat kontras dengan deretan kapal yang berlabuh di kejauhan, menciptakan kesan yang tidak menyenangkan bagi siapa pun yang melihatnya.
Ruas tembok tempat warga biasa duduk menikmati angin sore juga tampak kotor akibat ludahan pinang yang tidak terkontrol. Para pengunjung mengaku kecewa dengan kondisi ruang publik yang seharusnya bersih dan nyaman. Yohana, seorang pengunjung, mengatakan bahwa setiap kali datang selalu ada sampah baru. Menurutnya, tempat ini bagus untuk duduk sore-sore, namun sayangnya dibiarkan dalam kondisi yang tidak terawat.
Robi, warga lainnya, menilai bahwa perilaku pengunjung menjadi penyebab utama masalah ini. Meskipun pemerintah telah menyediakan banyak tempat sampah di sepanjang area Tembok Berlin, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia menilai kesadaran masyarakat masih kurang, sehingga banyak orang tetap membuang sampah sembarangan.
Samuel dari Klawalu menyoroti kebiasaan meludah pinang yang tidak terkendali. Ia mengatakan bahwa hal ini membuat tembok menjadi kotor dan lengket. Menurutnya, jika seseorang ingin makan pinang, sebaiknya membawa plastik atau mencari tempat yang tepat, bukan hanya sekadar meludah sembarangan.
Warga setempat berharap adanya imbauan tegas serta pengawasan rutin dari petugas kebersihan maupun aparat terkait. Yohana menambahkan bahwa jika ada petugas yang sesekali melakukan pemantauan, kemungkinan besar orang akan lebih malu untuk membuang sampah sembarangan.
Masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan ruang publik. Dengan demikian, Tembok Berlin dapat tetap menjadi ikon Kota Sorong yang indah dan nyaman bagi semua pengunjung.
