Kemenangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, menghadirkan catatan menarik China Masters 2026 sehubungan dengan hajatan besar yang akan berlangsung.
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengalahkan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) pada babak pertama China Masters 2026.
Kemenangan dengan skor 21-18, 21-16 berhasil diraih Sabar/Reza dalam pertandingan yang digelar pada Rabu (2/9/2026) di Shenzhen Arena, China.
“Alhamdulillah bisa diberikan kelancaran di pertandingan pertama China Masters ini,” kata Sabar dalam keterangan yang dibagikan PBSI.
“Kedua kali kami bertemu mereka dan tadi coba untuk terus konsisten dengan pola main dari awal sampai akhir. Fokusnya terus dijaga.”
Sabar/Reza telah menghadapi Kang/Ki sejak Malaysia Open 2026 pada Januari lalu.
Kala itu, anak didik Hendra Setiawan ini butuh tiga gim untuk mengunci kemenangan dengan skor 21-10, 14-21, 21-19.
“Tadi kami mengantisipasi defense mereka yang tidak gampang mati jadi kami terus sabar dalam menyerang, tidak terburu-buru,” tambahnya.
Kemenangan Sabar/Reza membuat amunisi Korea sudah habis sejak babak pertama turnamen BWF World Tour Super 750 ini.
Sebelumnya, Leo/Daniel membuat kejutan dengan mengalahkan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) selaku nomor satu di negaranya dan dunia.
Pasangan yang telah merengkuh dua gelar sejak reuni itu menang 21-19, 21-19 atas Kim/Seo yang sangat jarang tersingkir di babak-babak awal.
Di sisi lain, kemenangan atas pasangan Korea menjadi sinyal positif jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 20-29 September untuk bulu tangkis.
Kekuatan Korea tidak bisa diremehkan, terutama di event beregu meski kekuatan bulu tangkis Negeri Ginseng jomplang antara pemain tunggal dan ganda putranya.
Dalam perhelatan Asian Games sebelumnya, Indonesia dibuat gigit jari karena disingkirkan Korea di perempat final beregu putra. Unggulan teratas dibungkam underdog.
Leo/Daniel mendapatkan mimpi buruk terbesar karena takluk ketika Indonesia tertinggal 1-2. Kim Won-ho menjadi penakluk mereka dalam duet bersama Na Sung-seung.
Leo/Daniel dipercaya lagi untuk mengisi tim bulu tangkis Indonesia yang dalam misi penebusan di Asian Games 2026.
Melihat peringkat dan kalau tidak ada taktik pecah pasangan, mereka akan menghadapi Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju untuk partai ganda kedua kalau Indonesia bertemu Korea.
Sedangkan dengan Kim/Seo, pemborong 11 gelar tahun lalu itu berpeluang dihadapi Leo/Daniel di babak-babak awal.
Leo/Daniel terancam tidak mendapat status unggulan karena peringkat yang masih rendah, yakni ke-58 dunia, sejak bereuni pada Mei lalu.
Adapun Sabar/Reza harus berbesar hati untuk tidak menembus skuad kendati akhir tahun lalu menjadi pahlawan dengan emas beregu dan individu di SEA Games 2025.
China Masters pun memberi kesempatan bagi mereka untuk memburu gelar juara. Di sirkuit BWF, Sabar/Reza belum bisa juara lagi sejak 2024.
Tahun itu China Masters menghadirkan kisah pilu ketika Sabar/Reza tumbang di tangan duet ekseperimen Korea, Jin Yong/Seo Seung-jae, di final.
“Peluang di sini pastinya kami mau melakukan yang terbaik di setiap laga, kami tidak mau berpikir terlalu jauh,” ucap Sabar lagi.
“Satu langkah demi satu langkah, semoga berbuah hasil yang manis.”
Sementara itu, di antara jajaran penampil dari Indonesia China Masters 2026, Jonatan Christie menjadi pemain lainnya yang dalam persiapan untuk Pesta Asia.
Pemenang emas Asian Games 2018 itu juga mendapatkan bagiannya di babak pertama dengan menang 21-17, 21-19 atas wakil Malaysia, Leong Jun Hao.
Kalau Indonesia bersua Malaysia di beregu putra, Jonatan dan Leong berpotensi untuk diadu di partai tunggal pertama.
Tentunya, ada potensi juga untuk pertempuran antara dua pemain ini di event perorangan pula. Jojo bakal menjadi unggulan pertama jika melihat peringkatnya.
