Sejumlah Aktivis dan Media Gelar Audiensi dengan PT. Garam ( Persero ) Kalianget, Pertanyakan Posisi GM Aset.


SUMENEP, Awas.com | Sejumlah aktivis dan dan pegiat sosial gelar audiensi dengan pihak PT. Garam ( Persero ) Kalianget sekira pukul 10.00 WIB di salah satu ruang pertemuan PT. Garam ( Persero ) Kalianget yang berlokasi di Desa Kalianget Timur, Kec. Kalianget, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Kamis ( 08/08/2024 )

Audiensi yang dilaksanakan dihadiri oleh pihak PT. Garam yang diwakili Humas, keterwakilan Corsec, dan staf PT. Garam ( Persero ), Ketua L-IPK dan sejumlah aktivis serta media.

Topik acara yang diagendakan merupakan rangkaian aspirasi masyarakat atas ketidakpuasan publik terhadap kinerja GM. Perkembangan Aset PT. Garam ( Persero ) Kalianget yang menuai kontroversi baik di internal maupun eksternal.

Dalam kesempatannya, Miftah selaku Humas PT. Garam yang saat itu memimpin acara audiensi menyampaikan permintaan maafnya atas ketidakhadiran Dirut PT. Garam ( Persero ) dan GM. Corsec PT. Garam dikarenakan ada kegiatan di luar kota.

  • ” Atas nama pihak PT. Garam, saya menyampaiakan maaf dengan tidak hadirnya Bapak Dirut karena beliau ada acara Holding di Jakarta, dan GM. Corsec, Pak Indra ada tugas di Gresik, ” ungkap Miftah kepada semua yang hadir.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Awiyanto yang berposisi sebagai GM. Perkembangan Aset PT. Garam melalui proses kontrak karena dirinya sudah purna tugas dari PT. Garam.

  • ” Penunjukan dirinya sebagai tenaga kontrak yang diperpanjang sudah sesuai ketentuan Perserikatan Pekerja yang tertuang di Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) di PT. Garam. Jadi bisa ditugaskan kembali, ” terangnya.

Namun demikian, Miftah memastikan apapun yang diaspirasikan dalam audiensi akan dinotulenkan, yang kemudian akan dilaporkan ke Pak Dirut saat sudah datang dari Jakarta.

Menanggapi hal itu, Ketua L- IPK, Zaifiddin meminta agar Direktur PT. Garam mengkaji ulang dengan penunjukan Awiyanto sebagai GM. Perkembangan Aset PT. Garam karena dinilai menuai kontroversi di kalangan internal PT. Garam maupun publik.

Menurutnya, Dirut PT. Garam ( Persero ) tidak jeli dalam mengakomudir bisikan yang diterima dengan memperpanjang kontrak Awiyanto sebagai GM. Perkembangan Aset PT. Garam.

  • ” Dengan dasar apa Pak Dirut tetap memperpanjang kontrak Awiyanto yang notabanenya dia sudah purna tugas sebagai karyawan PT. Garam. Apa tidak ada orang lain lagi baik di internal mampun ekternal yang lebih mampu dari Awiyanto, ” tanya Ketua L-IPK.

Zaifiddin mengungkapkan semestinya Pak. Dirut bisa mengevaluasi dan mengkaji terlebih dahulu akan kinerja Awiyanto sebagai GM. Aset dengan melihat perkembangan yang telah dicapai dalam mengelola aset PT. Garam.

Ia mengkleim bahwa pengelolaan aset PT. Garam oleh Awiyanto tidak membuktikan adanya perkembangan yang dapat meningkatkan dan memajukan PT. Garam dan masyarakat. Perpanjanggan kontrak Awiyanto disinyalir ada indikasi pengkondisian oknum yang berkepentingan, sehingga kuat dugaan adanya praktek kolusi yang terbangun.

  • ” Harus ada evaluasi dari Dirut PT. Garam yang kemudian merekontruksikan kembali posisi jabatan GM. Aset. Hal ini harus menjadi atensi yang diprioritaskan agar PT. Garam bisa kembali dalam kejayaannya seperti masa lampau, ” Pungkasnya.

Hal itu senada dengan harapan Ali selaku kontrol sosial yang juga hadir dalam acara sebagai perwakilan dari masyarakat secara luas di lingkungan PT. Garam ( Persero ) Kalianget. PT. Garam merupakan perusahaan BUMN dengan Dirut yang berpengalaman  dan memiliki kompetensi, harus melihat bagaimana perkembangan pengelolaan Aset. Ketika tidak ada perubahan harusnya Pak Dirut bertindak tegas dan berani untuk tidak memperpanjang kontrak Awiyanto.

  • ” Kalau memang tidak ada perubahan yang memajukan PT. Garam harusnya dievalusi dan diganti. Masih banyak di internal ataupun di luar yang lebih mampu mengelola aset PT. Garam, ” kata mereka.

Mereka menegaskan, bila sudah menuai banyak kontriversi di kalangan masyarakat, akan berdampak terhadap perkembangan PT. Garam. Hal ini harus diatensi oleh Dirut. PT. Garam untuk memajukan Perusahaan BUMN yang dipercayakan kepada Dirut. baru PT. Garam, Arief Hendrawan.

  • ” Jangan sampai PT. Garam digerogoti oleh oknum yang hanya mementingkan golongannya sendiri, sehingga keberadaan PT. Garam tambah hancur,” pungkasnya.

[Editor/Mul]

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *