Daerah  

Satu bulan terakhir karhutla marak, tiga anak usaha TAP berjibaku padamkan api di lahan warga


, BERAU— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau tak hanya membayangi area perkebunan, tetapi juga memukimkan kekhawatiran warga di sekitarnya. 

Merespons kondisi ini, tiga anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) — PT Yudha Wahana Abadi (YWA), PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), dan PT General Aura Semari (GAS) — terjun langsung membantu pemadaman api di luar area konsesi mereka.

Sepanjang tahun 2026, ketiganya tercatat sudah 37 kali berjibaku memadamkan api yang membakar lahan masyarakat sekitar Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Manfaat kesiapsiagaan ini dirasakan langsung oleh Herman, warga Desa Merapun, Kecamatan Kelay. 

Lahannya yang berada di luar HGU perusahaan sempat terkepung api yang menjalar dari lahan tetangga.

“Siang itu ada api dari area samping yang lompat ke lahan saya. Saya langsung menelepon PT YWA untuk minta bantuan. Tak lama, mobil damkar datang dan api berhasil dipadamkan menggunakan dua tangki air,” cerita Herman.

Kecamatan Kelay sendiri menjadi salah satu titik fokus perhatian. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengungkapkan bahwa sepanjang bulan terakhir, hotspot terbanyak di Berau terdeteksi di Desa Merapun, Kelay. 

Ia mengapresiasi keaktifan tim perusahaan yang merespons dengan cepat.

Senior Estate Manager YWA, AAPA, dan GAS, Jabeglin Purba, menegaskan bahwa kebakaran tidak pernah mengenal batas administrasi maupun garis konsesi. Karena itu, penanganannya menuntut kolaborasi lintas pihak.

“Pencegahan karhutla kami turunkan dari komitmen untuk menjaga area perusahaan sekaligus memastikan desa-desa sekitar bebas dari api. Di masa puncak kemarau ini, kami rutin menggelar patroli gabungan bersama Muspika, aparat penegak hukum, dan masyarakat,” ujar Jabeglin, Rabu (2/9/2026).

Kesiapsiagaan di lapangan didukung oleh infrastruktur dan sumber daya yang solid, di antaranya:

  • Fasilitas Pemantau & Pasokan: 2 gudang damkar, 34 embung air, 39 menara pantau, dan 4 unit drone pantau.
  • Personel Lapangan: 3 Satgas Karhutla, 8 regu inti (120 orang), 30 regu pendukung (360 orang), serta 4 regu Kelompok Tani Peduli Api/KTPA (60 orang).

Kesiapan infrastruktur dan SDM tersebut turut ditinjau dalam patroli gabungan dan simulasi pemadaman bersama Muspika pada Rabu (2/9/2026). 

Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca, yang hadir dalam peninjauan tersebut menilai fasilitas pencegahan milik perusahaan telah memenuhi standar pemerintah.

Melalui pendekatan preventif, promotif, dan kolaboratif ini, TAP berupaya memperkuat perlindungan lingkungan sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *