Daerah  

Rincian lengkap malam memanas AS vs Iran: 100 target diserang, Iran balas dengan rudal dan drone


Rincian Lengkap Malam Memanas AS-Iran: 100 Target Diserang, Iran Balas dengan Rudal dan Drone

Konfrontasi Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase yang lebih intens setelah Washington melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran militer di Iran bagian selatan.

Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah sasaran yang diklaim terkait dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Amerika-Iran karena perannya bagi lalu lintas energi global.

Berikut rincian perkembangan eskalasi tersebut:

AS Menyerang Sekitar 100 Target Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu pagi, 2 September 2026, menyatakan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran.

Sasaran yang disebut meliputi situs pertahanan udara, sistem radar, fasilitas angkatan laut, kemampuan peletakan ranjau laut, serta fasilitas komunikasi.

Seorang pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan serangan tersebut menghantam sekitar 100 target.

Untuk pertama kalinya dalam rangkaian eskalasi terbaru ini, serangan AS juga disebut menyasar dua kapal tanker minyak milik negara Iran.

Langkah tersebut dikaitkan dengan kebijakan yang disebut sebagai “tanker-untuk-tanker” dan telah disetujui Presiden AS Donald Trump.

Serangan AS dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah selatan Iran, termasuk kawasan di sekitar Provinsi Hormozgan, Bushehr, Pulau Qeshm dan Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di berbagai titik setelah operasi militer AS dimulai.

Trump klaim AS Kuasai Selat Hormuz

Presiden Donald Trump kemudian mengatakan Amerika Serikat memiliki kendali hampir penuh atas Selat Hormuz.

Trump juga menegaskan bahwa Washington tidak sedang berusaha memaksa Iran kembali ke meja perundingan.

Dalam pernyataan lainnya, Trump menyebut serangan terhadap Iran sebagai operasi yang “dahsyat dan luas jangkauannya”. Ia memperingatkan bahwa setiap pembalasan Iran akan direspons dengan serangan yang lebih besar.

Trump bahkan mengatakan serangan terbesar terhadap Iran masih dipersiapkan dan memperingatkan bahwa jika operasi tersebut dilakukan, hanya sedikit yang akan tersisa dari Republik Islam Iran.

Kepada Fox News, Trump juga mengatakan kesepakatan dengan Iran tidak lagi memiliki nilai bagi Washington karena, menurutnya, Teheran telah diberi banyak kesempatan untuk bernegosiasi.

Ia mengklaim Amerika menunggu hingga Iran hampir selesai membangun kembali sistem radarnya sebelum kembali menyerang fasilitas tersebut.

Iran Lancarkan Serangan Balasan

Sekitar tiga jam setelah serangan AS, kantor berita Iran Tasnim melaporkan dimulainya apa yang disebut sebagai “operasi menentukan oleh angkatan bersenjata Iran” sebagai respons terhadap serangan Washington.

Kantor Berita Fars kemudian mengonfirmasi peluncuran rudal dan drone dari Iran.

Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik terhadap hanggar drone jarak jauh di Pangkalan Pangeran Hassan, Yordania.

Iran juga mengklaim sejumlah pilot tewas dalam serangan tersebut, meski klaim ini belum mendapatkan verifikasi independen dalam laporan yang tersedia.

Iran turut mengumumkan serangan terhadap fasilitas AS di Erbil, Irak.

Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan operasi ofensif terhadap Amerika Serikat akan terus berlangsung sampai Washington “menyesalinya”.

Iran juga memperingatkan bahwa tindakan militer AS berikutnya akan dibalas dengan respons yang lebih luas dan lebih merusak.

Yordania Cegat 10 Rudal Iran

Serangan Iran turut meningkatkan kewaspadaan negara-negara yang berada di sekitar kawasan konflik.

Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 10 rudal balistik, sementara tiga rudal lainnya jatuh di wilayah terpencil.

Yordania menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat serangan tersebut.

Media Yordania juga melaporkan sirene serangan udara diaktifkan di sejumlah wilayah, sementara koresponden Al Jazeera melaporkan adanya pencegatan rudal di sekitar Mafraq, Yordania timur.

Iran sendiri mengklaim telah menyerang fasilitas yang digunakan Korps Marinir AS di Yordania.

Kuwait dan Bahrain Ikut Mengaktifkan Pertahanan

Eskalasi juga merembet ke negara-negara Teluk.

Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan yang melibatkan rudal dan drone.

Bahrain juga mengatakan telah mencegat dan menghancurkan drone Iran yang disebut menargetkan wilayah kerajaan tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana konfrontasi langsung Washington dan Teheran berpotensi dengan cepat berubah menjadi konflik regional, terutama karena sejumlah negara Teluk menjadi lokasi pangkalan dan fasilitas militer AS.

Ledakan Terjadi di Sejumlah Wilayah Iran

Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan di beberapa lokasi di bagian selatan dan tenggara negara itu.

Di Pulau Qeshm, televisi Iran melaporkan lima ledakan terdengar di Desa Masan dan empat ledakan lainnya di kawasan Selat Hormuz.

Enam ledakan juga dilaporkan terdengar di Chabahar dan Konarak, sementara serangan disebut turut menyasar Bandara Jiroft di Provinsi Kerman.

Kantor Berita Tasnim melaporkan delapan ledakan terjadi di pesisir selatan Pulau Qeshm.

Pejabat Provinsi Hormozgan kemudian mengatakan serangan AS mengenai kawasan permukiman di Kuhstak. Infrastruktur jaringan listrik di provinsi tersebut juga dilaporkan menjadi sasaran.

Di wilayah lain, ledakan dilaporkan terjadi di Konarak, Chabahar, Bandar Abbas dan Sirik.

Pejabat lokal di Provinsi Sistan dan Baluchestan mengatakan empat proyektil menghantam kawasan sekitar Chabahar dan Konarak. Sementara itu, pejabat di Khuzestan menyatakan serangan rudal AS menghantam pinggiran Ahvaz.

Iran Laporkan Korban Sipil

Salah satu laporan paling serius berkaitan dengan dampak terhadap warga sipil.

Televisi pemerintah Iran melaporkan serangan AS menghantam sebuah pesta pernikahan di Sirik, Iran selatan. Laporan awal menyebut empat orang tewas dan sekitar 35 lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Iran kemudian melaporkan beberapa orang, termasuk seorang anak, tewas di kawasan Kuhstak dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka.

Kementerian Luar Negeri Iran menggunakan laporan tersebut untuk menuduh Amerika melakukan serangan brutal terhadap warga Iran.

Namun, klaim mengenai korban sipil dan lokasi pasti sasaran tersebut masih perlu dipisahkan antara laporan resmi pihak yang terlibat dan verifikasi independen.

Iran Klaim Jatuhkan Drone AS

Di tengah pertukaran serangan, Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa sebuah drone MQ-9 Amerika jatuh di atas Kota Khomein, Provinsi Markazi, Iran tengah.

Belum ada informasi independen yang memastikan kondisi drone maupun kronologi jatuhnya pesawat nirawak tersebut.

Iran Ancam Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa serangan baru Amerika dapat memicu penutupan total Selat Hormuz.

Ancaman tersebut menjadi salah satu titik paling penting dalam eskalasi karena Selat Hormuz merupakan jalur utama transportasi energi dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.

Gangguan serius terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak, biaya pengangkutan energi, asuransi kapal, hingga rantai pasok global.

Sebelumnya, Washington menuduh Iran berupaya menanam ranjau laut di Selat Hormuz. Trump menyebut serangan AS dilakukan antara lain sebagai respons atas upaya tersebut.

Trump juga mengatakan Amerika telah menghadapi serangan Iran sebelumnya yang melibatkan delapan rudal menuju pangkalan militer AS di Yordania. Menurut Washington, seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.

AS Minta Warganya Waspada

Departemen Luar Negeri AS kemudian mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya yang berada di Timur Tengah untuk sangat berhati-hati dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan maupun penutupan wilayah udara.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan serangan terhadap wilayahnya berlalu tanpa balasan.

Rangkaian perkembangan pada Selasa malam hingga Rabu, 2 September 2026, memperlihatkan kalau konflik AS-Iran kini tidak hanya berlangsung melalui serangan terhadap fasilitas militer, tetapi juga telah menyentuh jalur pelayaran strategis, infrastruktur, fasilitas energi, serta wilayah negara-negara lain di Timur Tengah.

Dengan Amerika Serikat mengancam serangan lanjutan dan Iran menyatakan akan membalas, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling rawan dalam eskalasi berikutnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *