Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Pada Hari Minggu 16 Agustus 2026
Pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan bahwa sebagian wilayah akan mengalami hujan. Dari total 35 kabupaten dan kota yang ada di Jateng, terdapat 13 wilayah yang diprediksi masih turun hujan. Hujan tersebut diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara itu, sisanya akan mengalami cuaca cerah atau cerah berawan.
Prakiraan ini didasarkan dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang. Untuk memastikan aktivitas tetap lancar, masyarakat disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan:
- Banjarnegara
- Banyumas
- Batang
- Boyolali
- Brebes
- Magelang
- Pekalongan
- Pemalang
- Purbalingga
- Semarang
- Tegal
- Temanggung
- Wonosobo
Sementara itu, wilayah-wilayah berikut ini diprediksi mengalami cuaca cerah berawan:
- Blora
- Cilacap
- Demak
- Grobogan
- Jepara
- Karanganyar
- Kebumen
- Kendal
- Klaten
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
- Kudus
- Pati
- Purworejo
- Rembang
- Sragen
- Sukoharjo
- Wonogiri
Suhu udara rata-rata di Jateng pada hari tersebut berkisar antara 15 derajat Celsius hingga 33 derajat Celsius. Kecepatan angin juga bervariasi, mulai dari 4 km per jam hingga 11 km per jam.
Puncak Musim Kemarau di Jawa Tengah
BMKG memprediksi bahwa puncak kemarau di Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan sebanyak 123 juta liter air bersih di 18 kabupaten/kota yang berpotensi terancam kekeringan. Namun, distribusi air bersih ini terkendala oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa persediaan air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pemetaan dan penyiapan alat distribusi. Meski begitu, masih ada kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Ia juga menyebut bahwa pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak pada kemarau yang lebih lama di Jateng. Ancaman kemarau tahun ini diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem pada tahun 2019 dan 2023.
Distribusi Air Bersih di Jateng
Bergas merinci bahwa ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak terdapat di Klaten, yaitu sebanyak 57,6 juta liter. Selanjutnya, wilayah lain seperti Boyolali memiliki 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, dan Wonogiri 3,7 juta liter.
Di sisi lain, beberapa wilayah melaporkan ketersediaan air yang terendah, seperti Batang dengan 331 ribu liter, Kota Salatiga 250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, dan Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter. Beberapa daerah lainnya, seperti Kota Solo dan Kota Magelang, tidak melaporkan ketersediaan air karena merasa tidak pernah terdampak.
Upaya Penanganan Kekeringan
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa persoalan kekeringan akan ditangani secara bersama-sama, termasuk melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BUMD agar dampak kemarau dapat diminimalkan, termasuk dampak terhadap swasembada pangan.










