Daerah  

PLN Sumba Barat Daya Janjikan Pengajuan Perluasan Jaringan Listrik Desa Homba Rande


Respons PLN terhadap Permohonan Perluasan Jaringan Listrik di Desa Homba Rande

Manager PLN ULP Sumba Barat Daya (SBD), Prasetyo Jati, memberikan respons terkait permohonan perluasan jaringan listrik tegangan rendah (TR) yang diajukan oleh Pemerintah Desa Homba Rande. Permohonan ini berasal dari Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan data terkait proposal tersebut.

“Kami akan mengecek terlebih dahulu, Pak, datanya,” ujar Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia menekankan pentingnya memastikan keakuratan data sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepala Desa Homba Rande, Paulus Poka Loghe, menjelaskan bahwa sekitar 200 kepala keluarga dari total lebih dari 500 KK di desanya masih belum memiliki akses listrik. Menurutnya, proposal perluasan jaringan listrik telah diajukan ke PLN sejak tahun 2023, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan.

Paulus menilai bahwa listrik menjadi kebutuhan mendesak bagi warga desa. Di Desa Homba Rande, terdapat delapan lembaga pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Kehadiran listrik sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah kabupaten maupun PLN agar jaringan listrik segera masuk ke desa kami. Anak-anak membutuhkan penerangan untuk belajar, dan warga juga ingin merasakan kenyamanan yang sama dengan masyarakat lain,” tambah Paulus.

Masalah Akses Listrik di Wilayah Terpencil

Desa Homba Rande merupakan salah satu wilayah yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses listrik. Meskipun sudah lama mengajukan permohonan, tidak ada respon yang nyata dari pihak PLN. Hal ini membuat warga merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan daerah lain yang sudah lebih dulu memiliki akses listrik.

Masalah akses listrik bukan hanya tentang kenyamanan hidup, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan pendidikan dan ekonomi. Tanpa listrik, anak-anak sulit belajar di malam hari, dan usaha kecil-kecilan yang ada di desa pun kesulitan untuk berkembang.

Tantangan dalam Pengembangan Infrastruktur Listrik

Pengembangan infrastruktur listrik di daerah terpencil seperti Desa Homba Rande sering kali menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia, hingga kendala geografis yang menyulitkan pemasangan jaringan listrik.

PLN sebagai penyedia layanan listrik harus memprioritaskan daerah-daerah yang paling membutuhkan. Namun, proses pengajuan dan persetujuan sering kali memakan waktu cukup lama. Ini menjadi keluhan utama dari banyak masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil.

Harapan Masyarakat dan Solusi yang Diharapkan

Warga Desa Homba Rande berharap pemerintah dan PLN dapat segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat proses perluasan jaringan listrik. Selain itu, mereka juga berharap adanya program pemerintah yang bisa membantu membiayai pembangunan infrastruktur listrik di daerah tersebut.

Beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Penyediaan anggaran khusus untuk daerah terpencil.
  • Kerja sama dengan pihak swasta atau organisasi nirlaba.
  • Pelibatan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  • Peningkatan kapasitas SDM PLN di daerah terpencil.

Dengan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan PLN, akses listrik di Desa Homba Rande bisa segera terwujud. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *