Daerah  

Pelayanan PLN Geluran Taman Sidoarjo Sangat Mengecewakan


Sidoarjo mediaawas.com | Permasalahan pelanggan RS dengan pihak PLN Geluran Taman Sidoarjo belum selesai sampai berita ini di muat kembali. Tiga kali bertemu dengan pihak terkait dari tgl: 9/02/2026, lalu tgl: 12/02/2026 dan tgl: 24/02/2026 tidak ada hasil sama sekali. Pelayanan pegawai PLN Taman sangat buruk dan sangat mengecewakan dirasakan pihak pelanggan dan sangat di rugikan waktu dan tenaga terkuras dari cara menangani kekecewaan pelanggan, Selasa, (24/02/206)

Awak media awas saat mendatangi kantor PLN Geluran Taman Sidoarjo bertemu dengan Didit Nur Cahyo, Heri dan 2 orang lainnya tanpa tahu namanya, menemui awak media awas turut menjelaskan permasalahan tentang sisa token meteran milik (MH) pemilik rumah di dusun Soemantoro – Desa Plumbungan – Kecamatan Sukodono masih berbelit-belit.

Saat awak media menanyakan hal ini, Didit Nur Cahyo enggan untuk di rekam saat awak media menanyakan hal ini, Didit berkenan ketika Awak media menunjukan press card jurnalis kepada Didit. Jika semua pegawai PLN Geluran Taman diposisi benar mengapa takut di rekam, entah itu warga sipil maupun masyarakat pada umumnya?” Tanya awak media awas kepada Didit

Didit memaparkan “Permasalahan ini, sesuai laporan dari petugas lapangan (Iwan) bahwa dengan asumsi pemakaian per hari sebesar 0.85 kW saat pompa air dinyalakan dengan menggunakan alat ukur tang Amper, sehingga dalam waktu 12 jam ketemu dengan total 1,2 kW dan jika pemakaian selama 24 jam maka total menjadi 2,6928 kWh, terhitung hanya dengan menggunakan alat tang Amper saat Iwan (petugas lapangan) meminta untuk menyalakan pompa air di rumah pelanggan?!” Jelasnya

Ini sangat aneh jika di hitung seperti itu maka, Pompa air nyala selama 24 jam setiap hari selama 6 bulan dong sehingga di anggap ada tunggakan dengan nilai Rp. 721.292.?” Tanya awak media

“Apakah Logis jika pompa air di pakai selama 24 jam tanpa berhenti?” Tanya kembali ke Didit

Tidak lama kemudian pegawai lainnya bernama Heri ikut menjelaskan masalah pelanggan yang merasa di rugikan, “Bahwa sesuai aturan yang ada jika meteran kondisi blank/rusak maka acuannya adalah dengan cara pengecekan menggunakan tang Amper sebagai alat ukur dan selanjutnya akan di hitung rata-rata Pak?” Ungkapnya

“Maaf Pak, ini bukan meteran lama atau pasca bayar tapi Prabayar alias menggunakan token loh?!” Ucap Awak Media Awas

“Penggunaan listrik di rumah tidak bisa di pakai saat tokennya habis, dan dipastikan akan ada bunyi peringatan sebelum token habis?, tetapi ini tidak bunyi karena token meteran saat beli token lostrik ada program 50% di bulan Januari – februari 2025 sehingga Nilainya  akan di lipat gandakan?! Nah, hitungan ada tunggakan 6 bulan dari mana rumusnya Pak?” Tanya awak media awas kepada Heri dengan sikap diam

“Jika pembelian Rp. 50.000 mendapatkan 33.7 Kwh maka di kalikan 2 totalnya Rp. 134,50 kWh, saat itu Bu Wiwin membeli token Rp. 500.000 di bulan februari 2025, maka yang di dapat pelanggan PLN seharusnya 672,5 kWh, dan sisa terakhir saat tetangga bilang ada 630 sekian saat tetangga sebelah rumah mengisi tokennya sendiri melihat meteran Bu Wiwin.” Jelas RS

“Tapi mengapa kok bisa muncul ada tunggakan 6 dengan total Rp. 721.292.?” Tanya awak media awas ke Heri

“Intinya, pemilik Rumah hanya ingin minta printout pemakaian selama 1 tahun ke belakang dari bulan februari 2025 – februari 2026 bukan pembelian token/pembayaran loh!” Tegas awak media awas lagi

Lalu Heri menjelaskan, “Saya usahakan nanti sore datanya akan saya kirim lewat WA bapak dengan format excel!” Tegasnya

Ternyata jam 16.00 wib (sore) tidak kunjung ada kiriman data berupa file Excel sama sekali, sampai awak media kirim berita kekecewaan pelanggan dari Sukodono – PLN Geluran kepada pihak PLN Embong Wungu, pukul 18.46 wib, barulah tidak lama kemudian Didit Nur Cahyo kirim data pembelian selama 1 tahun  lebih 2 bulan, mulai dari bulan Januari 2024 – Februari 2026. Padahal yang diminta hanya 1 tahun saja yaitu bulan februari 2025 – februari 2026 saja?” Gumannya

Besok hari Rabu tgl: 25/02/2026 awak media awas akan ke PLN Embong Wungu untuk klarifikasi permasalahan yang tidak kunjung selesai dengan membawah data dari PLN Geluran- Taman Sidoarjo, sebab ada kejanggalan 2 laporan yang di berikan oleh pihak CS & Didit Nur Cahyo. (*)
Bersambung*


Penulis: Rudi Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *