, LABUAN BAJO – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meresmikan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut merupakan bagian dari MPM Green Action 2026, inisiatif keberlanjutan MPMX yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Peresmian ini menjadi tahap lanjutan dari rangkaian program yang telah dimulai pada April 2026 melalui kegiatan silaturahmi dan edukasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, nelayan, serta perwakilan masyarakat Desa Pasir Putih.
Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo, di mana Pulau Messah merupakan bagian dari kawasan penyangga Taman Nasional Komodo dan memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem kawasan konservasi tersebut.
Lokasi ini juga menjadi salah satu area yang teridentifikasi membutuhkan dukungan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Sebelum memasuki tahap transplantasi, MPMX telah mengawali program dengan pendekatan berbasis masyarakat dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan terumbu karang kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Taman Nasional Komodo, MPMX juga memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan media coral nursery kepada perwakilan penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih.
Pelatihan dilakukan melalui praktik langsung dengan pendampingan teknis, mulai dari pengenalan metode coral nursery, pemilihan fragmen karang yang layak ditransplantasikan, pemasangan media, perawatan dan pemantauan pertumbuhan karang, hingga teknik transplantasi ke area rehabilitasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat lokal agar dapat berperan dalam mendukung konservasi ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi program, MPMX menargetkan transplantasi sebanyak 500 bibit terumbu karang menggunakan 32-unit spider frame sebagai media transplantasi.
Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada pemulihan ekosistem serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
“Bagi MPMX, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Peresmian program transplantasi terumbu karang ini menjadi kelanjutan dari proses yang telah kami mulai bersama masyarakat sejak April lalu,” ujar GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita.
“Kami ingin program ini tidak berhenti pada kegiatan transplantasi, tetapi berkembang menjadi upaya jangka panjang dalam membantu memulihkan dan menjaga ekosistem laut sekaligus membangun kapasitas serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan program,” imbuhnya.
MPMX percaya lingkungan yang terjaga juga dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Terumbu karang yang sehat tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga mendukung sumber daya perikanan dan memiliki potensi untuk memperkuat daya tarik wisata bahari.
“Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah, otoritas kawasan, masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat program ini dapat tumbuh dan dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Pada periode 2022–2025, MPMX telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang, yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat melalui budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
Ke depan, program akan terus dikembangkan melalui kegiatan pelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas, serta keterlibatan masyarakat secara bertahap.
MPMX berharap kolaborasi yang telah terbangun sejak tahap awal dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan program serta memberikan dampak positif bagi ekosistem laut dan masyarakat Pulau Messah.(chi/jpnn)










