— Penyelesaian Bendung Irigasi Salugan di Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, masih menyisakan tanda tanya. Meski secara kasat mata bangunan bendung yang sebelumnya dikerjakan oleh perusahaan BUMN, PT Akas, telah terlihat rampung, kelanjutan pembangunan jaringan saluran induk hingga saluran tersier belum memiliki kepastian.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan harapan pada keberadaan jaringan irigasi teknis untuk mengembangkan lahan pertanian mereka.
Sejumlah petani kini dihadapkan pada kondisi sulit. Di tengah himpitan ekonomi, lahan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menanam padi belum bisa dioptimalkan karena dukungan jaringan irigasi belum sepenuhnya tersedia.
Bahkan, muncul pilihan untuk mengalihkan lahan ke tanaman perkebunan seperti sawit. Kondisi ini tentu menjadi dilema tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi pangan dan swasembada beras.
Seorang pejabat pada Balai Wilayah Sungai (BWS) menyebutkan, usulan kelanjutan pembangunan jaringan irigasi Salugan sebenarnya telah disampaikan ke pemerintah pusat. Namun, persoalan anggaran disebut masih menjadi kendala karena dana untuk pekerjaan lanjutan tersebut belum masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Baca selengkapnya












