Daerah  

Maulana – Diza Tinjau Arena MTQH ke-55, Apresiasi Kesiapan Panitia dan Dukungan Masyarakat


Jambi, Mediaawas.com-
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., meninjau sejumlah arena pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026, Selasa (03/11/2026).
Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana prasarana serta kelancaran seluruh cabang lomba. Wali Kota dan Ketua LPTQ juga melihat langsung aktivitas peserta dan kesiapan panitia di setiap arena.
Arena pertama yang didatangi adalah Aula Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi yang menjadi lokasi cabang Fahmil Qur'an dan Syarhil Qur'an.
Selanjutnya rombongan menuju Aula Kurnia Global School tempat lomba Kaligrafi Al-Qur'an meliputi golongan Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi Kontemporer, dan Digital.
Kemudian peninjauan berlanjut ke Masjid Al-Muhajirin yang menjadi arena cabang Hifzil Qur'an golongan 10 juz, 20 juz, dan 30 juz.
Wali Kota Maulana menyebut pemantauan MTQH dilakukan rutin melalui radio komunikasi maupun cek langsung ke lapangan.
“Alhamdulillah, saya bersama Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua LPTQ selalu memonitor, baik melalui radio komunikasi maupun mengecek langsung. Setiap hari saya pantau, karena semua arena musabaqah ini penanggung jawabnya adalah para camat,” ujar Maulana.
Setiap camat, lanjut dia, telah diberi tanggung jawab memastikan kesiapan arena di wilayahnya masing-masing, mulai rumah dinas, masjid, sekolah hingga lokasi lainnya.
“Di rumah dinas ini adalah Camat Alam Barajo. Kemarin saya cek di Kecamatan Telanaipura, di Masjid Ar-Raudhah, kemudian Masjid Al-Muhajirin, Kurnia Global School, IAIMA Kecamatan Jelutung, ada di Pasar, ada di Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan, dan satu di seberang di Masjid Insyaniah,” ungkapnya.
Dari hasil pantauan, Maulana menyebut kesiapan seluruh arena sejauh ini berjalan baik. Fasilitas untuk dewan hakim, panitera, pengawas, panitia, dan kafilah juga sudah disiapkan.
“Dari pantauan dan laporan secara langsung, alhamdulillah semua cabang lomba, kesiapan kita dari segi sarana dan prasarana, fasilitas baik bagi dewan hakim, panitera, pengawas maupun para kafilah, sejauh ini banyak WhatsApp masuk ke saya sangat apresiatif,” katanya.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, Pemkot Jambi menginstruksikan camat selaku koordinator arena agar datang lebih awal dan pulang paling akhir guna memastikan semua kebutuhan terpenuhi.
“Kami sudah berpesan betul dengan para camat sebagai koordinator harus datang lebih dahulu sebelum ada peserta dan majelis hakim, dan pulangnya harus terakhir. Semua fasilitas disiapkan, termasuk istirahat untuk dewan hakim, salat, makan dan sebagainya,” ujarnya.
Maulana juga mengapresiasi jajaran Pemkot Jambi yang bekerja maksimal menyukseskan MTQH ke-55 mulai penjemputan kafilah, pawai ta'aruf, pembukaan hingga bazar UMKM.
Menurutnya MTQH bukan hanya ajang lomba dan syiar Islam, tapi juga memperkuat silaturahmi dan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.
Ia pun berterima kasih kepada warga Kota Jambi yang menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama MTQH.
“Begitu juga masyarakat secara keseluruhan menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan dengan bagusnya pelaksanaan ini akan banyak lagi event-event ke depan,” ujar Maulana.
Lebih jauh, Maulana berharap suksesnya Kota Jambi sebagai tuan rumah MTQH bisa menjadi modal menggelar event nasional seperti Forum Smart City, Health City Summit, Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Kegiatan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Ia optimistis penyelenggaraan event menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan ke depan berpeluang menggelar kegiatan skala internasional lewat komitmen dan kolaborasi semua pihak.
Dampak ekonomi MTQH ke-55 pun mulai terasa bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perputaran uang dari aktivitas UMKM selama beberapa hari disebut mencapai sekitar Rp600 juta. “Manfaatnya besar sekali,” katanya.
Bahkan perputaran ekonomi UMKM yang terlibat di kegiatan Pemkot Jambi diperkirakan Rp1,5 miliar hingga Rp1,6 miliar, belum termasuk pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Tugu Keris Siginjai dan pelaku kuliner di lokasi lain.
“Dari sektor UMKM yang ada di Pemkot saja bisa sampai Rp1,5 miliar sampai Rp1,6 miliar. Itu yang UMKM, di luar PKL rutin di Tugu Keris, di luar kuliner yang penuh terus oleh saudara-saudara kita, baik kafilah, ofisial maupun warga yang menyaksikan keseruan dan kesemarakan MTQH ini,” ungkapnya.
Geliat ekonomi juga terlihat dari okupansi hotel dan kuliner. Sejumlah hotel penuh, pusat kuliner ramai dikunjungi peserta, ofisial, dan masyarakat dari berbagai daerah.
“Saya tadi kunjungan ke beberapa hotel, penuh. Kuliner-kuliner jam makan siang, jam makan malam penuh. Banyak plat luar Kota Jambi yang menikmati ini. Sebuah geliat ekonomi yang insyaallah pertumbuhan ekonomi kita bisa naik lagi setelah kemarin mengalami kontraksi akibat kondisi alam,” pungkas Wali Kota Maulana.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *