jabar. Bandung – Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri memimpin kegiatan coaching clinic yang diikuti oleh 200 anak usia 8-12 tahun dalam program McDonald’s Football Clinic yang digelar di Jakarta dan Bandung. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman berlatih langsung di bawah arahan pelatih yang dikenal berpengalaman dalam pembinaan pemain usia muda.
Pada pelaksanaan di Jakarta, 12 Juli 2026, peserta juga mendapat motivasi dari pesepak bola profesional Rio Fahmi. Sementara itu, coaching clinic di Bandung pada Minggu (19/7) turut menghadirkan legenda Persib Bandung, Atep. Kehadiran mereka memberikan semangat kepada anak-anak yang ingin mengejar impian menjadi pemain sepak bola profesional.
Indra Sjafri menjelaskan bahwa pembinaan pemain usia dini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknik, tetapi juga harus diiringi pembentukan karakter. Ia menyatakan bahwa setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan. Dengan rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan.
Selama sekitar 70 menit, peserta menjalani latihan yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Materi yang diberikan meliputi passing, small-sided games (SSG), shooting, hingga shielding dengan sistem rotasi di setiap pos latihan. Menurut Indra, kemampuan teknis hanya menjadi salah satu aspek dalam pembinaan pemain muda. Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik.
Mantan pelatih Bali United itu juga menyempatkan berdialog dengan para orang tua peserta. Ia menilai peran keluarga sangat penting dalam mendukung perkembangan anak, baik sebagai atlet maupun pribadi. Indra berharap orang tua ikut menanamkan nilai sportivitas, disiplin, rasa percaya diri, sikap saling menghormati, dan kemampuan bekerja sama sebagai bekal anak-anak di dalam maupun di luar lapangan.
Selain mengikuti sesi latihan, peserta memperoleh kesempatan berdialog dengan Rio Fahmi dan Atep yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka hingga menembus level sepak bola profesional. Atep mengaku senang bisa berbagi motivasi kepada para peserta yang memiliki cita-cita menjadi pesepak bola. Ia menjelaskan bahwa perjalanan dirinya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi pemain profesional. Tidak ada proses yang instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah.
Dalam kegiatan tersebut, penyelenggara juga melibatkan 40 anak dari komunitas prasejahtera di Jakarta dan Bandung yang mengikuti coaching clinic secara gratis. Mereka juga memperoleh perlengkapan latihan berupa jersey dan sepatu sepak bola. Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan pengalaman berlatih langsung bersama pelatih tim nasional dan pemain profesional.
Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Caroline Kurniadjaja menuturkan, melalui program ini, McDonald’s Indonesia juga ingin mendorong agar euforia sepak bola tidak berhenti sebagai tontonan semata, melainkan menjadi kesempatan nyata bagi lebih banyak anak untuk belajar langsung dari pelatih nasional. Ia menjelaskan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional dan bertemu dengan pemain profesional. Karena itu, perusahaan ingin menghadirkan kesempatan tersebut lebih dekat kepada mereka. Melalui McDonald’s Football Clinic, perusahaan berharap para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan yang berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya.
Inisiatif ini juga hadir di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola. Survei Populix pada Maret 2026 mencatat bahwa 90% Gen Z dan Milenial memiliki minat terhadap olahraga berbasis lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari. Melalui McDonald’s Football Clinic, McDonald’s Indonesia ingin menumbuhkan semangat yang sama pada generasi berikutnya dengan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan potensinya melalui sepak bola sejak usia dini.












