MediaAwas.TULUNGAGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menyiapkan bantuan 50 unit tandon air guna mengantisipasi krisis air bersih yang kian meluas di penghujung musim kemarau.
Bantuan yang bersumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur ini dialokasikan untuk menampung pasokan air darurat bagi warga terdampak.
Hingga saat ini, dampak kekeringan di Tulungagung telah meluas ke 17 desa di 8 kecamatan.
Tercatat sedikitnya 3.267 kepala keluarga (KK) atau sekitar 8.853 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sekretaris M Fairuza Alhida, SSTP, MM menjelaskan bahwa tandon-tandon tersebut berfungsi sebagai wadah penampungan sementara saat pendistribusian air bersih dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga sosial.
“Sampai saat ini, BPBD Tulungagung telah menyalurkan sekitar 145 tangki atau setara 750.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah terdampak,” kata Fairuza dalam keterangan resminya. Senin (26/10/2026).
Dia menambahkan, tandon air tersebut disiagakan untuk memenuhi apabila ada permintaan dari pemerintah desa yang terdampak kekeringan.
“Permohonan tambahan 50 tandon air dilakukan karena stok tandon air yang lama uda hampir habis sehingga perlu mengajukan tambahan tandon air,” terangnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lokal di wilayah Tulungagung diperkirakan mulai turun secara bertahap pada November, dan diprediksi merata pada awal Desember 2026.
Seiring perkiraan tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air bersih.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang kerap terjadi pada masa peralihan musim (pancaroba).***












