Daerah  

Kasus orang hilang di Jeju Korea Selatan picu kekhawatiran wisatawan


– Wisatawan di Pulau Jeju, Korea Selatan, disebut dilanda kekhawatiran terkait keamanan setelah sejumlah kasus orang hilang di pulau tersebut menjadi sorotan.

Kekhawatiran ini turut berdampak pada rencana perjalanan wisatawan domestik di Korea Selatan.

Reputasi Jeju sebagai destinasi wisata yang aman mulai terguncang setelah beberapa orang yang dilaporkan hilang kemudian ditemukan tewas.

Tidak hanya itu, muncul dugaan penanganan sejumlah kasus orang hilang yang tidak tepat oleh pihak kepolisian, dilansir dari The Korea Times dan Korea JoongAng Daily, Rabu (2/9/2026).

Dampak kasus orang hilang terhadap pariwisata Jeju

Jumlah wisatawan alami penurunan

Menurut Asosiasi Pariwisata Jeju pada hari Minggu, jumlah wisatawan domestik mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu pada semua hari kecuali satu hari antara Rabu (19/8/2026) dan Sabtu (29/8/2026).

Penurunan paling tajam terjadi pada Minggu (22/8/2026) dan Selasa (25/8/2026). Jumlah pengunjung domestik pada kedua tanggal tersebut masing-masing turun 11,8 persen dan 13 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya.

Kekhawatiran tersebut membuat sebagian wisatawan mengubah rencana liburan.

Kasus orang hilang menjadi sorotan

Kekhawatiran akan keamanan meningkat setelah peristiwa empat orang yang dilaporkan hilang ditemukan tewas, di tengah tuduhan bahwa pihak kepolisian telah keliru menutup sekitar 200 kasus orang hilang di Jeju.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan menimpa perempuan berinisial JMR yang ditemukan meninggal setelah hilang selama lebih dari tiga bulan.

JMR dilaporkan hilang pada Jumat (15/5/2026). Namun, petugas yang menangani laporan tersebut, yang disebut Bu, menutup laporan tersebut setelah mengatakan kepada keluarga JMR bahwa dirinya telah menghubungi JMR dan perempuan tersebut tidak ingin ditemukan.

Polisi kemudian tidak menemukan catatan panggilan antara Bu dan JMR.

Hasil pemeriksaan forensik juga menimbulkan keraguan terhadap keterangan Bu. JMR diyakini meninggal antara Selasa (12/5/2026) malam dan Rabu (13/5/2026) dini hari, tiga hari sebelum dirinya dilaporkan hilang.

Bu kini ditahan atas dugaan penutupan kasus orang hilang secara tidak sah dan membantah tuduhan tersebut.

Jeju memperkuat keamanan wisatawan

Menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan keamanan, Pemerintah Provinsi Jeju menggelar rapat untuk membahas penguatan jaringan keamanan bagi penduduk dan wisatawan.

Pemerintah provinsi berencana bekerja sama dengan hotel, penyedia akomodasi, dan perusahaan penyewaan mobil untuk mempercepat pelaporan serta penanganan ketika wisatawan yang bepergian sendirian hilang atau tidak dapat dihubungi.

Layanan pelaporan darurat dan informasi lokasi di sejumlah tempat wisata utama juga akan diperluas.

Selain itu, Jeju berencana memperpanjang masa penyimpanan rekaman kamera pengawas umum atau CCTV dari 30 hari menjadi setidaknya 60 hari.

Langkah tersebut ditujukan untuk membantu penanganan kasus orang hilang yang berlangsung lama.

Kepolisian otonom Jeju juga akan meningkatkan patroli selama satu bulan. Patroli siang ditingkatkan hingga 20 regu dengan total 40 petugas, sedangkan patroli malam menjadi delapan regu dengan total 16 petugas.

Pemerintah Jeju berharap penguatan sistem keamanan tersebut dapat meningkatkan respons terhadap kasus orang hilang serta memberikan rasa aman bagi penduduk dan wisatawan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *