
Blora :-
Kader dan Simpatisan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Desa Kentong Kecamatan Cepu Blora, kecewa.
Pasalnya seorang oknum Kader PKS berinisial A yang didukungnya, setelah menang dalam bursa calon anggota legislatif dan duduk sebagai anggota Dewan Permusyawatan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Blora dari Dapil 2, diduga tidak menepati janji janji politiknya.
Diawal kampanye politiknya, A diduga menawarkan beberapa program, seperti berjanji memberikan bantuan untuk program UMKM dan Pekerjaan fisik untuk kadernya. Namun dalam perjalanannya janji janji tersebut diduga tidak ditepati.
Diceritakan oleh Ahmad, kordinator kader PKS desa Kentong, atas petunjuk A, dirinya telah membentuk kelompok UMKM. Bahkan dia datang sendiri ke Dinas Koperasi dan Perdagangan Blora, dengan tujuan agar mendapat petunjuk lebih jelas dari dinas tersebut, yang berada dalam wewenangnya
Termasuk juga membangun rekanan yang siap kerja untuk program proyek fisik yang diduga dijanjikan oleh A.
Namun belakangan A diduga terkesan menghindar dan sulit dihubungi.
Setiap kali dihubungi A beralasan masih sibuk, kadang A beralasan lagi tugas ke luar Daerah.
Alih alih menepati janji politiknya, diduga A, semakin menjauh dan sulit diajak komunikasi baik via telpon maupun darat.
Setelah kurang lebih dari satu tahun menanti, para simpatisan yang tergabung dalam kelompok UMKM tersebut terus menanyakan kepada Ahmad kapan realisasinya, sesuai janji A, yang disampaikan melalui Ahmad kepada anggota kelompok UMKM.
Karena tak kunjung ada jawaban, sehingga akhirnya menimbulkan berbagai asumsi yang ditujukan kepada Ahmad datang dari anggota UMKM Desa Kentong. Selain itu, Ahmad jadi sasaran empuk Anggota Kelompok UMKM tersebut, dianggapnya omongannya hanya omon omon belaka. Sakit kan ?
Akhirnya pada, Selasa, 9 Juni 2026, Ahmad menanyakan kepastian terkait janji A, lewat via WhatsApp miliknya
” Sementara mulai 2026 belum ada hibah bansos lagi..Anggaran dipotong pusat untuk Blora lumayqn banyak ,” tulis A pada Whatsapp miliknya.

Diduga, Screnshot Percakapan dengan Saudara Ao
Seharusnya sejak awal A, sudah menginformasikan terkait masalah ini, namun disayangkan, diduga, selama ini A terkesan menghindar. Sehingga menimbulkan asumsi yang kurang berkenan di hati para simpatisan
Diakui oleh Ahmad, di Desa Kentong perolehan suara PKS mungkin tidak sebanyak Wilayah lain.Namun perlu diketahui juga Suara PKS di desa Kentong masih termasuk urutan ketiga, setelah. PDIP dan PKB.
” Sedangkan Partai besar lainnya perolehan suaranya masih jauh di bawah perolehan suara
PKS,” tutur Ahmad.
Sehingga Ahmad sangat menyayangkan, jika pemilih PKS di desa Kentong jika harus diabaikan.
” Karena untuk mendapat hati warga pemilih itu tidak mudah” tandasnya.
Ahmad mengaku sudah tiga kali pemilu mendukung PKS, sejak pemilu tahun 2014 sampai tahun 2024.
” Dan baru tahun ini mengalami hal seperti ini,” ungkapnya
” Sejak awal saat menyatakan dukungan kepada PKS, pada saat itu calonnya Mbak Dewi. Pada saat itu, saya mengatakan kepada Mbak Dewi memang hanya sanggup menjaring pemilih PKS tidak lebih dari 170, Alhamdulillah perolehan suaranya tidak jauh dari itu,” pungkasnya ( red )
Kader & Simpatisan PKS Desa Kentong Kecewa, Diduga A Tidak Tepat Janj












