Tantangan Evakuasi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo
Petugas gabungan kembali menghadapi kesulitan dalam upaya evakuasi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hingga hari Kamis (25/9/2025), jenazah lima korban masih tertahan di lokasi kejadian. Ini menjadi upaya keempat yang dilakukan sejak Senin (22/9/2025).
Faktor Cuaca dan Medan yang Sulit
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyebutkan bahwa upaya evakuasi kali ini gagal karena beberapa kendala. Salah satu penyebab utama adalah cuaca ekstrem dan kondisi medan yang sulit ditembus. Selain itu, ancaman dari KKB juga menjadi hambatan berarti.
Pada upaya pertama evakuasi, tim diserang oleh KKB di sekitar lokasi. Di hari berikutnya, hujan deras dan banjir bandang menghambat perjalanan tim di jalur darat. Bahkan pada hari Kamis, tim tidak bisa menyeberangi sungai akibat arus yang sangat deras pasca-banjir meski telah menempuh perjalanan selama 2,5 jam.
Meskipun tidak ada kontak senjata pada hari Kamis, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan kondisi geografis yang sulit dan penguasaan medan oleh KKB menjadi tantangan utama dalam operasi ini.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Pihak kepolisian menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk menentukan metode evakuasi selanjutnya. Apakah akan melanjutkan melalui jalur darat atau menggunakan evakuasi udara, akan diputuskan bersama dengan mempertimbangkan segala risiko.
Kronologi Penyerangan
Penyerangan terjadi sejak Minggu malam (20/9/2025) hingga Senin pagi (21/9/2025) di Kampung Bingki dan Camp Kali Kulum, Distrik Seradala. Korban sebagian besar adalah para penambang emas yang diserang menggunakan senjata tajam dan senjata api.
Dari keterangan saksi, dua pekerja tambang ditemukan tewas di Jalan Poros Kampung Bingki dengan luka akibat kekerasan pada Minggu (21/9/2025) pukul 19.00 WIT. Sejumlah penambang lain mencoba melarikan diri ke Dekai, tetapi terhalang cuaca buruk.
Keesokan harinya, Senin (22/9/2025) pukul 08.00 WIT, KKB kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum. Aksi itu menewaskan tiga orang lagi, sehingga total korban jiwa mencapai lima orang. Informasi di lapangan menyebutkan kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak terlibat dalam aksi tersebut.
Kontak Senjata dan Informasi Tambahan
Saat upaya evakuasi pertama dilakukan pada Senin, tim Satgas Operasi Damai Cartenz terlibat baku tembak dengan KKB di Distrik Seradala. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya tiga korban tambahan.
“Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini,” kata Faizal, Kamis (25/9/2025). Namun, Faizal menegaskan bahwa tim belum bisa memastikan jumlah maupun identitas tambahan korban karena belum bisa menembus lokasi.
“Sampai sekarang kami belum sampai TKP. Kemarin kami sudah coba datang, tetapi ada kontak tembak yang tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya. Selain ancaman KKB, hujan deras yang mengguyur wilayah Yahukimo membuat rencana evakuasi terpaksa ditunda.
Tantangan Geografis Wilayah Yahukimo
Yahukimo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang. Wilayahnya terdiri atas pegunungan, lembah, serta hutan lebat. Kondisi ini kerap menyulitkan akses evakuasi, terutama ketika cuaca buruk dan sungai meluap.
Hingga Jumat (26/9/2025), aparat gabungan masih memantau situasi di lapangan sambil mencari opsi terbaik untuk mengevakuasi jenazah lima penambang yang hingga kini belum bisa dibawa keluar dari Distrik Seradala.
