Daerah  

Ibu Kota Nusantara Jadi Ibu Kota Politik Utama


Perkembangan Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Tahun 2025

Sejak rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur diumumkan, pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Tahap awal dimulai pada tahun 2022 dan sekarang memasuki tahap kedua yang akan berlangsung hingga 2029. Berbagai fasilitas seperti rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), rumah sakit, dan sekolah telah dibangun dan mulai beroperasi.

Pada tahun 2028, IKN diharapkan menjadi ibu kota politik yang menampung lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Progres pembangunan IKN dibahas dalam sebuah podcast yang disiarkan melalui YouTube Tribun Timur, dengan tema “Masa Depan IKN di Tahun 2026”. Podcast ini menghadirkan Dr Isradi Zainal, Rektor Uniba, serta ahli dan pemerhati IKN.

Perkembangan Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi IKN karena masuknya pemerintahan Presiden Prabowo sejak Oktober 2024. Salah satu peristiwa luar biasa adalah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang merencanakan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. Selain itu, investasi di IKN meningkat, memberikan keyakinan bahwa IKN akan menjadi pusat pemerintahan sementara Jakarta tetap menjadi pusat bisnis dan ekonomi.

Tantangan dan Progres Pembangunan

Pembangunan IKN berdasarkan UU No 3 Tahun 2022, dengan target penyelesaian penuh pada 2045. Tahap pertama dari 2022 hingga 2024 telah selesai, termasuk pembangunan Istana Negara, Istana Garuda, dan fasilitas lainnya. Tahap kedua yang berlangsung dari 2025 hingga 2029 fokus pada infrastruktur pendukung seperti rumah sakit dan sekolah.

Beberapa rumah sakit seperti Hermina, Mayapada, dan RS Kemenkes telah selesai dibangun pada 2024. Di 2025, investor terus masuk untuk mendukung ekosistem IKN, seperti restoran, transportasi, dan layanan publik lainnya.

Target dan Arah Pembangunan Tahun 2026

Di tahun 2026, IKN akan terus berkembang dengan beberapa proyek utama. Masjid Negara dengan kapasitas 61.000 orang akan menjadi ikon baru. Rumah jabatan Wakil Presiden ditargetkan selesai pada Desember 2025. Akses tol Balikpapan ke IKN juga akan dibuka menjelang Nataru, mempercepat perjalanan antar daerah.

Dalam hal pembangunan, diperkirakan sekitar 50 persen proyek terkait legislatif dan yudikatif akan selesai pada 2026. Fokus utama adalah pengembangan hotel, fasilitas komersial, sekolah, dan layanan publik. Meski banyak proyek belum sepenuhnya selesai, fungsi eksekutif sudah siap.

Fungsi IKN pada Tahun 2026

Jika yang dimaksud adalah kota eksekutif, maka IKN sudah siap. Istana Presiden, Istana Negara, Istana Garuda, dan fasilitas lainnya telah selesai sejak 2024. Kebutuhan dasar kota seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan hotel juga telah tersedia.

Saat ini, yang masih ditunggu adalah pusat perbelanjaan semacam mal, namun kontrak kerja sama sudah ada. Perpres 79/2025 menjadi pemicu besar karena memberi kepastian bagi investor, sehingga mereka lebih cepat bergerak.

Persiapan Upacara HUT RI 2026

Keputusan apakah upacara HUT RI 2026 dilaksanakan di IKN atau Jakarta masih ditentukan oleh Presiden. Namun, kemungkinan besar IKN akan menjadi ibu kota politik pada 2028. Dari sisi kesiapan, IKN sudah siap sejak 2024, bisa saja dilakukan format dua lokasi, dengan Presiden di Jakarta dan Wakil Presiden di IKN.

Isu Efisiensi Anggaran dan Investasi

Menurut Dr Isradi Zainal, isu efisiensi anggaran tidak benar karena pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana. Bahkan beberapa proyek mencapai target bahkan melampaui. Banyak proyek tidak hanya menggunakan APBN, tetapi juga skema lain seperti program MBG.

Dampak Lingkungan

IKN justru lebih hijau dibanding sebelumnya. Keanekaragaman tanaman meningkat, dan IKN juga berdampak pada penertiban tambang ilegal. Dampak lingkungan jangka panjang sangat positif.

Harapan untuk Tahun 2026

Harapan Dr Isradi Zainal adalah agar IKN dapat menyelenggarakan kegiatan nasional skala besar, seperti upacara di Istana Negara. Wakil Presiden dan sebagian kementerian bisa bertahap berada di IKN untuk menarik investasi.

Ia juga mengajak masyarakat datang ke IKN, misalnya Salat Idul Fitri di Masjid Negara. Pindah ke IKN bukan berarti melupakan Jakarta. Jakarta tetap menjadi kota sejarah, bisnis, dan ekonomi menuju kota global.

Ke depan, selain infrastruktur, pembangunan SDM khususnya masyarakat lokal juga penting. IKN adalah masa depan Indonesia, brand Indonesia, dan pusat peradaban baru.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *