Daerah  

Hanya Kericuhan Paredes, Adiknya Juga Viral karena Sindiran Politik untuk Inggris


Barbara Paredes dan Kontroversi yang Mengiringi Final Piala Dunia 2026

Barbara Paredes, adik dari gelandang timnas Argentina Leandro Paredes, menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi. Pernyataannya tersebut terkait dengan isu geopolitik Kepulauan Falkland, yang menjadi sumber ketegangan antara Argentina dan Inggris. Hal ini memperkuat rivalitas antara dua negara tersebut, yang tidak hanya berlangsung dalam dunia sepak bola, tetapi juga memiliki sejarah panjang.

Pada final Piala Dunia 2026, Argentina kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol di babak tambahan waktu. Meskipun kekalahan ini mengubur impian meraih gelar juara keempat, perhatian publik beralih ke Barbara Paredes setelah ia memberikan komentar yang menyoroti hubungan antara Argentina dan Inggris.

“Sejauh ini dan mengalahkan Inggris di sepanjang perjalanan (Piala Dunia 2026) berarti segalanya bagi kami,” kata Barbara seperti dikutip oleh Marca. Namun, pernyataan berikutnya justru memicu kontroversi karena mengandung nada ejekan politik.

“Kita mungkin tidak memiliki bintang keempat (gelar juara), tetapi kita memiliki Kepulauan Falkland untuk diri kita sendiri.”

Perkataan Barbara tersebut viral karena rivalitas antara Argentina dan Inggris tidak hanya terbatas pada sepak bola, tetapi juga melibatkan konflik geopolitik. Kepulauan Falkland, yang saat ini dikelola oleh Inggris, masih diklaim oleh Argentina sebagai bagian dari wilayah mereka. Perjanjian ini bahkan pernah memicu Perang Falkland pada 1982, di mana Argentina mencoba merebut kepulauan tersebut, tetapi akhirnya kalah.

Rivalitas yang Berlanjut

Gigih W, seorang penggemar sepak bola dan pembicara dalam podcast Super Taktik Tribunnews Solo, menjelaskan bahwa rivalitas antara Argentina dan Inggris tidak hanya terjadi dalam olahraga. “Rivalitas ini sudah dimulai sejak 1966 dan selalu menjadi sorotan. Namun, yang menarik adalah bahwa rivalitas ini tidak hanya terjadi dalam sepak bola, tetapi juga dalam cabang olahraga lainnya,” ujarnya.

Dalam konteks ini, pernyataan Barbara dapat dipahami sebagai sindiran nasionalistik terhadap Inggris. Ia mengingatkan bahwa meskipun Argentina tidak berhasil meraih gelar keempat, mereka memiliki Kepulauan Falkland. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan niat dan makna dari pernyataan tersebut.

Reaksi Publik dan Masalah yang Muncul

Komentar Barbara tidak hanya memicu debat di media sosial, tetapi juga menimbulkan reaksi beragam. Banyak netizen menilai pernyataannya sebagai bentuk ejekan terhadap Inggris. Di sisi lain, beberapa orang menilai bahwa Barbara hanya ingin menyuarakan aspirasi rakyat Argentina.

Selain itu, Barbara juga disebut memiliki kemiripan fisik dengan Leandro Paredes, yang memperkuat spekulasi bahwa dia bisa menjadi wajah baru dalam dunia olahraga. Namun, pernyataannya juga membuka kembali isu-isu sensitif antara Argentina dan Inggris, yang mungkin akan berdampak pada hubungan diplomatik antara kedua negara.

Masalah yang Mengiringi Final Piala Dunia

Di tengah kontroversi yang muncul, Leandro Paredes kembali ke Argentina bersama rombongan tim nasional. Namun, kepulangannya tidak berjalan mulus karena menghadapi cedera dan ancaman skorsing.

Paredes mendapat kartu merah setelah terlibat dalam keributan dengan pemain Spanyol Eric Garcia dan Gavi pada menit-menit akhir pertandingan. Selain itu, ia juga bermain di final dengan kondisi patah tulang rusuk. Hal ini membuatnya diragukan tampil saat Boca Juniors menghadapi O’Higgins pada leg pertama Copa Sudamericana.

Keributan dalam pertandingan final bermula setelah para pemain Spanyol merayakan kemenangan mereka. Situasi memanas dan berujung pada aksi saling dorong serta pukulan. Bek Argentina Nahuel Molina disebut melayangkan pukulan kepada gelandang Spanyol Rodri, sedangkan asisten pelatih Lionel Scaloni, Roberto Ayala, juga terlihat mendorong Dani Olmo di tengah kericuhan.

FIFA kini membuka proses disipliner formal untuk menyelidiki insiden tersebut. Proses ini melibatkan pemeriksaan laporan wasit dan rekaman pertandingan sebelum menentukan kemungkinan sanksi terhadap pemain serta staf pelatih Argentina.

Dengan demikian, meskipun final Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan kemenangan Spanyol, drama yang mengiringi pertandingan tersebut masih terus berlanjut. Mulai dari investigasi FIFA hingga komentar kontroversial sang adik yang kembali membuka rivalitas sensitif antara Argentina dan Inggris.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *