Daerah  

Grup 3 Kopassus Dapat Hibah Lahan 245,5 Hektare di Dumai Riau


Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Markas Grup 3 Kopassus di Dumai

Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) telah menerima hibah lahan seluas 245,5 hektare di RT 11 Kelurahan Basilam, Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Lahan tersebut akan digunakan sebagai lokasi pembangunan markas satuan Grup 3 Kopassus. Proses penerimaan hibah ini merupakan langkah penting dalam memperkuat keberadaan pasukan khusus di wilayah Sumatra.

Tujuan dan Strategi Pembentukan Grup 3 Kopassus

Komandan Grup 3 Kopassus, Brigjen TNI Bram Pramudia, menjelaskan bahwa kehadiran satuan ini bukan hanya sekadar membentuk unit baru. Menurutnya, hal ini juga menjadi bagian dari strategi pertahanan negara, menjaga kedaulatan, serta memperkuat sistem pertahanan nasional. Selain itu, kehadiran Kopassus di Dumai juga bertujuan untuk membangun sinergisitas yang kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

“Grup 3 Kopassus bertugas melaksanakan operasi khusus di wilayah Sumatra. Kehadiran kami di Dumai sebagai panggilan tugas sekaligus amanah untuk membangun hubungan harmonis, saling mendukung dan menjaga antara TNI dan masyarakat,” ujar Brigjen Bram saat berada di Dumai.

Hibah Lahan dari Pengusaha Lokal

Lahan yang diberikan oleh pengusaha lokal, Junaidi Zhang, adalah hasil hibah ke negara. Penandatanganan akte hibah dilakukan langsung oleh Junaidi Zhang dan disaksikan oleh Wali Kota Dumai Paisal di kediaman dinas wali kota Jalan Putri Tujuh. Proses ini menunjukkan komitmen bersama antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan satuan Kopassus.

Brigjen Bram menekankan bahwa penandatanganan akte hibah ini merupakan bentuk sinergisitas dan komitmen untuk mendukung pembangunan satuan Kopassus dan kemajuan wilayah Kota Dumai. Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya terletak pada alutsista dan kemampuan tempur, tetapi juga pada kepercayaan dan dukungan rakyat.

Visi dan Komitmen Kopassus di Daerah

Bram berkomitmen menjadikan Grup 3 Kopassus sebagai satuan yang adaptif, profesional, dan humanis. Selain itu, satuan ini siap berkontribusi dalam pembangunan daerah, pembinaan teritorial, serta penanggulangan bencana. Hal ini menunjukkan bahwa Kopassus tidak hanya fokus pada tugas militer, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.

Wali Kota Dumai, Paisal, menyampaikan rasa bangga atas keikhlasan Junaidi Zhang dalam menghibahkan tanah untuk pembangunan Mako Grup 3 Kopassus. Setelah proses hibah rampung, pembangunan Mako akan dimulai pada tahun 2026 dengan pembiayaan dana pemerintah pusat.

“Terima kasih atas keikhlasan memberikan tanahnya, tentu ini menjadi semangat dan bisa mendongkrak perekonomian daerah makin maju. Ini juga satu kebanggaan karena Dumai salah satu daerah yang terpilih,” ujar Paisal.

Proses Pembebasan Lahan

Pemilik lahan, Junaidi Zhang, menjelaskan bahwa penyerahan lahan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 142 hektare, sedangkan tahap kedua sebesar 103,5 hektare. Lahan tersebut diperoleh dengan status surat keterangan ganti rugi (SKGR) tahun 2006.

“Saya ikhlas dan senang bisa berbakti kepada negara melalui pemberian ini. Kondisi lahan sudah bersih dan siap untuk dilakukan proses pembangunan,” kata Junaidi.

Dengan adanya hibah lahan ini, Grup 3 Kopassus akan memiliki basis yang lebih kuat di wilayah Riau. Keberadaan markas baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi dan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *