Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Mengguncang Wilayah Flores, NTT
Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Guncangan gempa terasa hingga ke wilayah Sulawesi dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pusat gempa berada di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Pengalaman Warga Setempat
Ronal Davin, warga Utara Kabupaten Ende, menceritakan bahwa air laut di wilayah Utara Flores, khususnya di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende sempat naik sekitar 1 meter namun surut lagi sekitar 8-9 meter. Ia mengungkapkan bahwa setelah gempa, air laut sempat naik satu atau dua meter, lalu surut jauh hingga jarak sekitar 8-9 meter.
Meski situasi sempat memicu kepanikan, saat ini kondisi berangsur-angsur stabil. Namun, beberapa rumah di wilayah Utara Kabupaten Ende seperti di Kecamatan Maukaro dan Maurole roboh. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang signifikan baik dari rumah warga maupun fasilitas umum.
Imbauan Bupati Ende
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks yang beredar di media sosial. Ia menekankan agar masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga pukul 08.37 WITA, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Di wilayah Selatan Kabupaten Ende, hanya mengalami kerusakan ringan seperti di kantor Bupati dan rumah jabatan Bupati.
Peringatan dini tsunami telah diberlakukan, namun saat ini status peringatan dini telah berakhir. Pemerintah daerah sedang melakukan upaya evakuasi warga di pesisir Utara Kabupaten Ende.
Informasi dari BMKG
BMKG menginformasikan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7 pada kedalaman 15 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Peringatan dini tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat status ancaman:
- SIAGA (0.5 – 3 meter) terjadi di wilayah: Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto.
- WASPADA (<0.5 meter) terjadi di wilayah: Flores Timur bagian utara, Sikka bagian utara, dan wilayah lainnya.
Berdasarkan SOP yang berlaku, BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami kepada stakeholder dan masyarakat. Peringatan Dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05:00:39 WIB, dan Peringatan Dini 4 (pengakhiran) telah diterbitkan pada pukul 07:30:00 WIB.
Pemutakhiran Peta Tingkat Guncangan
Pemutakhiran peta tingkat guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
- VII MMI (Tiap-tiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan konstruksi) di Aesesa Kabupaten Nagekeo, Riung Kabupaten Ngada, Kota Mbay.
- VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar) di Wolowae Kabupaten Nagekeo, Kota Bajawa.
- V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Ende, Kota Borong, Kota Ruteng.
Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitude M3,6 – M6,2 dan dirasakan berjumlah 1 gempa.
Imbauan BMKG Kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.
- Mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Penyebab Gempa Bumi
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa penyebab gempa magnitudo 7,7 di Flores berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores. Aktivitas serupa juga pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada tahun 1992.
Sejumlah wilayah NTT masuk dalam status SIAGA, termasuk Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Sementara sejumlah wilayah lainnya masuk dalam status WASPADA, termasuk Flores Timur bagian utara.
BMKG mengimbau pemerintah daerah yang wilayahnya berstatus SIAGA untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi. Masyarakat yang berada di wilayah berstatus WASPADA diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.










