Daerah  

Festival Layang-layang Internasional Semarang Diundur Karena Hujan


Pengunduran Festival Layang-layang Internasional Semarang

Festival Layang-layang Internasional yang awalnya direncanakan berlangsung pada 23–24 Agustus 2025, kini resmi diundur ke bulan Oktober. Keputusan ini diambil oleh panitia penyelenggara dan Pemerintah Kota Semarang setelah melalui pertimbangan matang terkait cuaca dan jadwal internasional yang bersamaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, menjelaskan bahwa pengunduran waktu dilakukan setelah adanya diskusi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi layang-layang internasional. Ia menyampaikan bahwa hujan yang terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu alasan utama.

“Bulan-bulan terakhir ini sering terjadi hujan, sehingga memengaruhi persiapan dan pelaksanaan festival. Selain itu, ada beberapa jadwal internasional yang bertabrakan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Semarang.

Selain itu, asosiasi layang-layang internasional juga memberikan saran agar jadwal festival diubah agar tidak bersamaan dengan acara serupa di negara lain seperti Sri Lanka. Menurut Wing, hal ini penting agar peserta dari berbagai negara dapat hadir tanpa mengalami konflik jadwal.

“Saran dari asosiasi layang-layang internasional adalah untuk mengubah jadwal agar tidak bersamaan dengan acara di negara lain. Kami sudah berkoordinasi dengan Awann Costa dan melaporkannya kepada Wali Kota. Insyaallah akan diundur ke bulan Oktober,” tambahnya.

Jadwal Baru dan Lokasi Pelaksanaan

Jadwal baru pelaksanaan Festival Layang-layang Internasional telah ditentukan yaitu pada 12–13 Oktober 2025. Lokasi pelaksanaan tetap berada di kawasan bibir pantai POJ City, Awann Costa, Semarang.

Wing menyampaikan bahwa perizinan dari berbagai pihak, termasuk pelabuhan dan otoritas bandara, telah dipastikan tidak mengalami kendala. “Update terakhir, tanggal pelaksanaan adalah 12–13 Oktober,” katanya.

Ia juga optimis bahwa meskipun diundur, festival ini tetap akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Kota Semarang. “Mereka pasti tidak datang sendiri, mereka membawa kru dan keluarga. Tim tersebut akan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar Semarang,” ujarnya.

Agenda Tahunan Bertaraf Internasional

Wing menegaskan bahwa Festival Layang-layang Internasional akan tetap menjadi agenda rutin tahunan dan akan terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar di masa depan. Ia berharap, tahun depan festival ini bisa mencakup lebih banyak negara peserta.

“Meski di-reschedule, kami tetap berkomitmen agar festival ini menjadi agenda rutin tahunan. Tahun depan, skala festival akan diperbesar. Tidak hanya 13 negara seperti sebelumnya, tetapi kami akan mengajak beberapa negara lain yang belum menjadi anggota festival ini,” imbuhnya.

Persiapan dan Komitmen Pihak Terkait

Direktur Awann Costa, Albert Dwijaya, menyampaikan bahwa pihaknya siap memastikan lokasi dan koordinasi dengan panitia internasional berjalan lancar. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan kepastian tanggal di bulan Oktober serta memastikan bahwa panitia internasional dapat mendatangkan peserta dari 13 negara.

Hingga saat ini, sekitar lima negara telah memberikan konfirmasi keikutsertaan dalam festival ini. Albert berharap, dengan pengunduran waktu, festival akan lebih sukses dan mampu menarik minat peserta dari seluruh dunia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *