Daerah  

Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026 angkat potensi ruang publik Jakarta


Ringkasan Berita:

  • IAI Jakarta menggelar Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026 untuk mendorong pemanfaatan bantaran sungai sebagai ruang publik yang nyaman dan menarik.
  • Festival ini juga menyoroti potensi 13 sungai di Jakarta sebagai ruang aktivitas, rekreasi, hingga destinasi piknik warga.

, JAKARTA – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta menggelar Festival Arsitektur Bantar Sungai 2026 di WEIR KBT (Pintu Air Kanal Banjir Timur) Malaka Sari, Jalan RS Soekamto, Duren Sawit, Jakarta Timur, mulai 3 hingga 6 September 2026.

Festival ini digelar untuk mendorong para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah, agar memanfaatkan bantaran sungai sebagai ruang publik yang nyaman dan menyenangkan bagi warga kota.

Selama ini, bantaran sungai di Jakarta umumnya belum menjadi ruang publik yang menyenangkan, bahkan cenderung semrawut, kumuh, dan minim perancangan serta pengelolaan yang baik.

 

Padahal, menurut IAI Jakarta, bantaran sungai berpotensi besar menjadi ruang publik yang asyik, lokasi berkegiatan yang seru, hingga destinasi piknik warga yang berkesan, asalkan dirancang, dikembangkan, dan dikelola dengan baik sesuai karakteristik lokasinya.

“Jakarta dilintasi 13 sungai. Panjang setiap sungai puluhan kilometer. Ini potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi piknik yang asyik. Festival ini digelar sebagai pancingan ke arah itu,” kata Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto, ditulis Minggu (6/9/2026).

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan rebana oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Timur Fauzi, yang mewakili Wali Kota, bersama Teguh Aryanto, Camat Duren Sawit, Lurah Malaka Sari, serta perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

 

Menurut Teguh, bantaran sungai bukan sekadar infrastruktur kota, melainkan juga ruang hidup warga. Karena itu, bantaran sungai perlu dirancang, dikembangkan, dan dikelola secara lebih profesional agar menjadi ruang publik yang menyenangkan bagi warga untuk berkumpul, beraktivitas, dan berekreasi.

“Sangat disayangkan  kalau potensi bantar sungai yang begitu luas dan bagus tidak kita manfaatkan dan kelola lebih baik sebagai ruang publik di perkotaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Timur Fauzi mengungkapkan bahwa area bantaran sungai di WEIR BKT sudah dikembangkan cukup baik dan nyaman, serta selama ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari lomba lari BKT Run, pameran botanical farming, hingga event Dursa (Duren Sawit) Vaganza yang digelar setiap tiga bulan.

Ia menyambut baik Festival Arsitektur Bantar Sungai yang berupaya mendorong pengembangan bantaran sungai sebagai ruang publik kota, mengingat bantaran sungai tipe KBT hanya terdapat di Jakarta Timur.  

“Saya mau ajak IAI Jakarta bertemu Wali Kota, membicarakan lebih lanjut pengembangan bantar sungai di KBT sebagai ruang kota,” ungkap Fauzi.  


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *