Daerah  

Dinas Pendidikan Maybrat Tumpukan Perangi Buta Huruf dengan Fokus Calistung dan Budi Pekerti


Komitmen Dinas Pendidikan Maybrat dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat menunjukkan komitmennya untuk memerangi angka buta huruf serta meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah ini. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengembangkan berbagai metode dan skema kampanye literasi yang diterapkan secara konsisten hingga ke daerah-daerah terpencil.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Maybrat, Hendrik Frasawi, menyatakan bahwa literasi menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun strategi yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukan setelah mengadakan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemimpinan Fungsional bagi para kepala sekolah se-Kabupaten Maybrat pada hari Kamis (7 Agustus 2025).

Pendekatan Pendidikan Berbasis Sains dan Teknologi

Salah satu inisiatif yang sedang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Maybrat adalah pengembangan Sekolah Dasar (SD) berbasis sains dan teknologi. Uji coba awal akan dilakukan di tiga lokasi yaitu Aifat, Ayamaru, dan Aitinyo. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep dasar melalui pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat juga akan membentuk pola pendidikan berbasis asrama. Dua lokasi utama yang dipilih sebagai pusat asrama adalah Aifat Timur dan Mare. Tujuan dari program ini adalah agar anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Perubahan Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Hendrik Frasawi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik tidak lagi menjadi prioritas utama pemkab. Sebaliknya, fokus utama kini beralih ke peningkatan mutu pendidikan, penguatan teknologi pembelajaran, serta pengadaan tenaga guru yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hal ini bertujuan agar anak-anak Maybrat mampu bersaing dengan anak-anak dari daerah lain seperti Sorong, Tangerang, atau wilayah lainnya.

Visi Jangka Panjang untuk Generasi Maybrat yang Mandiri

Menurut Hendrik, pendekatan bertahap dalam program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak pada penurunan angka buta huruf, tetapi juga menciptakan generasi Maybrat yang cerdas, mandiri, dan siap bersaing di tingkat nasional. Ia menekankan bahwa pendidikan di Maybrat memiliki fokus yang jelas, target yang terukur, serta dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya ikut arus tanpa arah. Pendidikan di Maybrat punya visi yang jelas dan rencana yang matang,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Dinas Pendidikan Maybrat berupaya memastikan bahwa setiap anak di wilayah ini memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas. Hal ini merupakan langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Maybrat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *