Daerah  

China mulai cabut insentif mobil listrik secara bertahap


JAKARTA, – Pemerintah China mulai mengurangi berbagai insentif untuk kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

Terbaru, Negeri Tirai Bambu mencabut pembebasan pajak konsumsi untuk baterai litium yang selama ini menjadi salah satu penopang industri kendaraan listrik.

Kebijakan baru tersebut diperkirakan meningkatkan biaya produksi di sepanjang rantai pasok kendaraan listrik, mulai dari baterai hingga kendaraan yang menggunakan teknologi tersebut.

Dikutip dari Carnewschina (5/9/2026), Administrasi Perpajakan Negara China bersama sejumlah instansi pemerintah menetapkan baterai primer litium dan baterai isi ulang litium-ion mulai dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen per 1 September 2026.

Tarif tersebut kemudian akan dinaikkan menjadi 4 persen mulai 1 September 2027. Kebijakan ini sekaligus mengakhiri fasilitas pembebasan pajak yang telah membantu industri baterai kendaraan listrik China selama lebih dari satu dekade.

Insentif Mulai Dikurangi

Sebelumnya, baterai biasa dikenakan pajak konsumsi 4 persen, sementara baterai litium-ion untuk kendaraan listrik mendapatkan perlakuan khusus.

Namun, pemerintah China secara bertahap mulai mengurangi berbagai insentif kendaraan energi baru. Sejak 1 Januari 2026, pembebasan pajak pembelian NEV telah diganti menjadi pengurangan pajak sebesar 50 persen dengan batas maksimal 15.000 yuan.

Artinya, konsumen yang membeli NEV dengan harga di bawah 300.000 yuan masih bisa mendapatkan penghematan pajak sekitar 5 persen dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

Selain itu, mulai 1 Januari 2027, pengurangan pajak kendaraan dan kapal sebesar 50 persen untuk kendaraan hemat energi juga akan dihapus. Pembebasan pajak bagi kendaraan komersial listrik berbasis baterai, plug-in hybrid (PHEV), dan range-extended (REEV) juga akan berakhir.

Dampaknya, biaya tahunan kendaraan PHEV dan REEV diperkirakan meningkat sekitar 300 yuan hingga 660 yuan. Sementara itu, mobil penumpang listrik murni tidak akan terkena dampak perubahan tersebut.

Baterai Alternatif Masih Dapat Insentif

Di tengah pengurangan insentif baterai litium, pemerintah China masih memberikan perlakuan khusus terhadap teknologi baterai alternatif.

Baterai sodium-ion, solid-state, serta baterai sel bahan bakar atau fuel cell masih dibebaskan dari pajak konsumsi hingga 31 Desember 2028.

Sementara itu, baterai litium masih mendapatkan keringanan berupa tarif pajak setengah dari tarif penuh hingga September 2027.

Pengurangan insentif tersebut bukan hanya berlaku untuk merek kendaraan asal China. Seluruh kendaraan listrik yang diproduksi di China dan memenuhi persyaratan, termasuk produk Tesla, Volkswagen, dan Toyota, juga dapat memanfaatkan kebijakan insentif yang tersedia.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pemerintah China mulai menggeser kebijakan dari pemberian insentif besar-besaran menuju sistem yang lebih selektif, sembari tetap memberikan ruang bagi teknologi kendaraan dan baterai yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *