Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 57 Kurikulum Merdeka
Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Semester 1, karya Heny Marwati dan K. Waskitaningtyas, menyajikan materi yang menarik untuk siswa kelas 11. Pada Bab 3 yang berjudul “Menggali Nilai Sejarah Bangsa lewat Cerita Pendek”, siswa diminta memahami isi cerpen berjudul “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang. Kegiatan 1 di halaman tersebut meminta siswa menemukan informasi tentang peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang cerpen. Cerita ini berlatar masa kemerdekaan di Sulawesi Selatan, yang menunjukkan pentingnya pemahaman konteks sejarah dalam menginterpretasi karya sastra.
Artikel ini bertujuan sebagai panduan bagi orang tua atau wali dalam membantu mengoreksi hasil belajar siswa. Meskipun tersedia kunci jawaban, siswa dianjurkan terlebih dahulu mengerjakan soal secara mandiri agar proses pembelajaran tetap optimal. Setelah itu, kunci jawaban bisa digunakan untuk mencocokkan dan memperbaiki jawaban. Pemahaman terhadap latar sejarah cerpen sangat penting agar siswa tidak hanya mengerti jalan cerita, tetapi juga nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Untuk memahami isi cerpen tersebut secara komprehensif, berikut adalah beberapa informasi yang dapat dicari melalui diskusi:
-
- Siapakah Andi Makassau?
- Andi Makassau Parenrengi adalah sosok tokoh yang asalnya dari Parepare, pejuang kemerdekaan Indonesia di daerah bekas Ajatappareng (sekarang: Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Enrekang). Ia adalah bangsawan Kerajaan Suppa.
-
- Berdasarkan pertanyaan nomor 1, apa yang telah dilakukannya terhadap upaya memperjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan?
- Peran besar Andi Makassau sebelum kemerdekaan yaitu membentuk dan memelopori organisasi kemasyarakatan dan politik yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi kemasyarakatan tersebut antara lain, seperti Partai Sarikat Islam di Parepare (dibentuk pada tahun 1927) dan Sumber Darah Rakyat atau disingkat SUDARA (dibentuk tahun 1944). Setelah kemerdekan, Andi Makassau menyatakan mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, pada 1946 Westerling yang melakukan pembantaian terhadap kurang lebih 40.000 rakyat Sulawesi Selatan dihadang dengan gagah berani oleh laskar-laskar di bawah kepemimpinan Andi Makassau. Karena kalah senjata dan fasilitas lain, akhirnya perjuangan itu kalah. Andi Makassau dibuang di tengah laut dalam kondisi terikat.
-
- Siapakah Westerling?
- Raymond Pierre Paul Westerling alias Westerling lahir di Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah, 31 Agustus 1919 dan meninggal di Purmerend, Belanda, 26 November 1987 pada umur 68 tahun. Westerling adalah komandan pasukan Belanda yang terkenal karena memimpin Pembantaian Westerling (1946–1947) di Sulawesi Selatan dan percobaan kudeta APRA di Bandung, Jawa Barat.
-
- Mengapa dia dikatakan pelaku genosida di Sulawesi Selatan?
- Westerling tercatat dalam sejarah sebagai pelaku genosida di Sulawesi Selatan karena ia dan pasukan khusus Belanda yang bernama DST telah menghabisi sekitar 40.000 warga Sulawesi Selatan pada tahun 1946-1947. Sejarah kelam berawal dari peristiwa pembunuhan 1.000 orang Indonesia pro-Belanda yang dilakukan pejuang kemerdekaan Indonesia di bawah pimpinan Andi Makassau. Kemudian Belanda melakukan pembalasan dengan mendatangkan pasukan DST yaitu pasukan khusus KNIL di bawah Westerling. Tanpa segan Westerling mengadakan operasi pembersihan yang mirip pembunuhan massal.
-
- Apa yang dimaksud dengan pasukan Depot Speciale Troepen — DST, KNIL?
- Depot Speciale Troepen atau DST di bawah KNIL adalah satuan khusus andalan militer Belanda yang terlibat aksi pembantaian di Sulawesi Selatan. DST lebih kerap disebut pasukan baret hijau yang biasa dikirim ke daerah- daerah konflik yang membutuhkan operasi khusus seperti halnya di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Westerling.
-
- Mengapa Depot Speciale Troepen — DST, KNIL dikatakan sebagai pasukan yang penuh dengan kekejaman?
- DST adalah pasukan yang sangat keji. Karena pasukan ini sadis sekali dalam membunuh tanpa dibekali data intelijen cukup. Operasinya brutal dan sangat sadis ketika ditugaskan melawan musuh.






