Daerah  

Belum tersentuh listrik sejak 2003, warga Desa Loid Halmahera Selatan berharap prioritas Asta Cita


Ringkasan Berita:1. Program listrik masuk desa yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto diharapkan membawa angin segar bagi warga di seluruh pelosok Indonesia, tak terkecuali warga Desa Loid

2. Desa ini masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara
3. Secara geografis, Desa Loid terletak di dua pulau kecil yang saling berhadapan, tepat di sebelah barat Pulau Bacan

, BACAN – Program listrik masuk desa yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto diharapkan membawa angin segar bagi warga di seluruh pelosok Indonesia, tak terkecuali warga Desa Loid.

Desa ini masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Secara geografis, Desa Loid terletak di dua pulau kecil yang saling berhadapan, tepat di sebelah barat Pulau Bacan.

Sejak Halmahera Selatan dimekarkan pada 2003 atau sekitar 23 tahun lalu, Desa Loid belum pernah teraliri listrik.

Warga di desa tersebut masih mengandalkan mesin genset secara mandiri serta menggunakan kaleng bekas berminyak tanah sebagai lampu darurat.

Surdi Suleman, seorang warga Desa Loid, mengaku prihatin karena di tengah hadirnya program pemerintah yang sangat baik dan menyentuh kebutuhan dasar tersebut, desa mereka belum juga mendapatkan pelayanan listrik.

“Program listrik masuk desa merupakan program yang sangat baik dan menjadi harapan warga, tetapi sampai saat ini Desa Loid belum tersentuh pelayanan listrik, “kata Surdi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Bagi warga Desa Loid, lanjut Surdi, keberadaan listrik bukan sekadar untuk penerangan, melainkan juga menjadi penunjang pendidikan, pelayanan kesehatan, akses komunikasi hingga penggerak kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu, Pemerintah Pusat, Pemprov Maluku Utara maupun Pemkab Halmahera Selatan diharapkan memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.

“Kami berharap Desa Loid dapat menjadi bagian dari prioritas program listrik masuk desa sehingga masyarakat dapat menikmati akses listrik sebagaimana desa-desa lainnya di Indonesia, “tuturnya.

Lebih lanjut, Surdi mengungkapkan bahwa jumlah penduduk di Desa Loid mencapai lebih dari 1.500 jiwa, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan dan petani.

Dari sisi pariwisata, Desa Loid memiliki daya tarik yang sangat potensial. Pulaunya dikelilingi pasir putih, air laut jernih membiru, serta memiliki jembatan panjang yang menghubungkan kedua pulau kecil tersebut.

Surdi menyebut Desa Loid memiliki nilai jual tinggi di sektor pariwisata, namun keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan akses listrik menjadi hambatan utama pengembangannya.

“Karena itu, kami berharap program listrik masuk desa ini benar-benar sampai ke Loid. Kami tidak meminta hal yang berlebihan, kami hanya ingin mendapatkan pelayanan listrik seperti warga di desa-desa lain, “tandasnya. (*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *