Daerah  

Belasan Siswa dan Guru SDN Kalibaru Luka Usai Mobil MBG Masuk Sekolah


Kecelakaan di Sekolah Dasar Kalibaru 01, Siswa dan Guru Terluka

Pada hari Kamis pagi (11/12), sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Sebuah kendaraan pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos pagar sekolah dan menabrak sejumlah siswa serta seorang guru. Peristiwa ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.39 WIB. Saat itu, para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah. Tiba-tiba, mobil minivan dengan pelat B-2093-UIU yang digunakan untuk distribusi makanan bergizi masuk ke dalam lingkungan sekolah dan langsung menghantam pagar sebelum menabrak anak-anak yang berada di lokasi.

Akibat kejadian ini, beberapa siswa mengalami luka-luka dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, seorang guru yang berada di dekat kejadian juga menjadi korban dan memerlukan perawatan medis. Berdasarkan laporan awal, total ada 19 siswa dan satu guru yang terluka.

Pihak kepolisian tidak merinci jenis luka yang dialami para korban karena mempertimbangkan privasi mereka yang masih anak-anak. Namun, kondisi kesehatan para korban terus dipantau oleh tenaga medis setempat.

Setelah kejadian, Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri bersama tim segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka memeriksa kondisi kendaraan dan meminta keterangan dari pengemudi. Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan pihak sekolah dan warga sekitar agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan aman.

Sebelumnya, rekaman video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik mobil MBG tersebut melaju ke dalam halaman sekolah dan menabrak para siswa. Dalam video tersebut terdengar teriakan panik murid maupun guru ketika beberapa anak tertabrak hingga ada yang terjepit di bawah kendaraan. Video ini memperlihatkan betapa mendadak dan mengerikannya kejadian tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan komunitas sekitar. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera menemukan penyebab kejadian dan mencegah terulangnya insiden serupa. Selain itu, masyarakat juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kendaraan yang digunakan dan apakah ada kelalaian dalam pengoperasian kendaraan tersebut.

Beberapa pihak juga menyarankan agar pihak sekolah dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap akses ke area sekolah, terutama saat jam aktivitas siswa. Langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan pagar tambahan atau penjagaan yang lebih ketat bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi tindakan selanjutnya, termasuk apakah ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Para korban dan keluarga mereka juga mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dan masyarakat setempat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *