Kerusakan Infrastruktur Kota Lhokseumawe Akibat Banjir Mencapai Hampir 1 Triliun Rupiah
Pemerintah Kota Lhokseumawe telah melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat banjir. Dari data yang dihimpun, total kerugian mencapai hampir Rp 1 triliun. Sebagian besar kerusakan terjadi pada rumah, jalan, dan jembatan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai Rp 964 miliar. Berikut rincian kerusakan infrastruktur yang tercatat:
- Rumah: 1.128 unit
- Ruas jalan: 33 lokasi
- Jembatan: 16 unit
- Jalan lingkungan: 73 ruas
- Irigasi: 3 unit
- Terminal: 3 unit
- Dermaga: 1 unit
- Drainase: 20 unit
- Waduk: 2 unit
- Bangunan pengaman pantai: 2 unit
- Tebing talud sungai: 3 unit
- Abrasi pantai dan sungai: 3 unit
Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar ST MT, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh banjir. Ia juga menyampaikan bahwa dana yang dibutuhkan untuk proses rekonstruksi mencapai sekitar Rp 964 miliar.
Selain itu, Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar telah melaporkan kondisi ini kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Tujuannya adalah agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan dalam proses perbaikan infrastruktur yang rusak. Dengan dukungan tersebut, diharapkan kondisi kota bisa kembali pulih seperti semula.
Penanganan Darurat Infrastruktur yang Rusak
Said Bachtiar menjelaskan bahwa sesuai instruksi dari Wali Kota, pihaknya telah melakukan penanganan darurat terhadap beberapa infrastruktur yang rusak. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:
- Pembangunan jembatan secara darurat
- Pembersihan badan jalan yang tertutup lumpur atau material longsor
- Memastikan mobilisasi masyarakat serta distribusi bantuan bagi para korban berjalan lancar
Langkah-langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan bantuan bisa segera sampai ke para korban banjir.
Kerusakan Sektor Pendidikan
Selain infrastruktur, banjir juga menimbulkan kerusakan di sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi Yunus SKM MSM, menyampaikan bahwa banyak peralatan dan perangkat elektronik di belasan sekolah mengalami kerusakan akibat banjir.
“Ditaksir kerugian akibat kerusakan mobiler dan elektronik mencapai Rp 21 miliar,” ujar Yuswardi. Meski begitu, ia memastikan bahwa proses belajar mengajar akan kembali berjalan normal pada hari Senin berikutnya. Hal ini dilakukan dengan segera melakukan perbaikan dan persiapan di setiap sekolah.
