Musisi Bams Eks Samsons Berbicara tentang Tren Padel
Musisi ternama Bams, mantan anggota band Samsons, akhir-akhir ini turut memberikan komentarnya mengenai olahraga padel yang kini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat. Olahraga yang memadukan elemen tenis dan squash ini semakin diminati, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Meskipun popularitasnya meningkat pesat, tidak sedikit orang yang menganggap padel sebagai salah satu tren sesaat atau hanya sekadar ikut-ikutan karena rasa takut ketinggalan (FOMO). Bams, yang kini juga aktif dalam industri olahraga, mengakui bahwa pada tahap awal, faktor rasa penasaran atau ikut-ikutan memang selalu ada ketika sebuah olahraga baru muncul.
“Pasti ada, semua olahraga kalau baru keluar, bukan semua olahraga, semua hal kalau baru keluar pasti ada yang fomo. Cuman yang suka, ya stay,” ujar Bams saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).
Pertumbuhan Lapangan Padel di Jakarta
Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, jumlah lapangan padel juga mulai bermunculan di berbagai sudut Jakarta. Bams mengaku tidak merasa khawatir atau tersaingi oleh pertumbuhan ini.
“Gini, asalkan tempatnya benar, pricing-nya benar, tempatnya nyaman, saya sih nggak masalah dengan banyaknya padel,” jelas Bams.
Pria berusia 43 tahun ini menilai bahwa loyalitas pemain padel dipengaruhi oleh fasilitas dan layanan yang disediakan oleh pemilik lapangan. Jika aspek lokasi, harga, dan kenyamanan dapat dikelola dengan baik, maka bisnis tersebut memiliki pelanggan setianya sendiri.
“Kebetulan saya buka beberapa lapangan juga sama teman-teman, dan ini actually yang pertama,” jelas Bams.
Motivasi Pribadi dalam Bisnis Olahraga
Bagi Bams, keputusan untuk terjun ke bisnis ini didasarkan pada kecintaannya terhadap olahraga tersebut. Hal ini membuatnya memahami apa yang dibutuhkan oleh para pemain di lapangan.
“Hobi sih sebenarnya, tapi karena memang suka ya, karena memang suka,” tutur Bams.
Tantangan dalam Bisnis Olahraga
Terakhir, Bams menekankan bahwa tantangan terbesar bagi para pelaku bisnis olahraga saat ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjaga keberlangsungan pertumbuhan bisnis untuk jangka panjang.
“Tinggal apa namanya, growth-nya yang stay, sama growth-nya orang bikin bisnisnya, itu yang mesti dipikirin,” pungkas Bams.












