Daerah  

Alarm pendidikan usia SMA: Sumsel berada di jurang terendah APS 16-18 tahun se-Sumatera


Ringkasan Berita:

  • Secara nasional, Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk kelompok umur 16โ€“18 tahun telah menyentuh angka 77,86 persen.
  • Sayangnya, tak semua provinsi mampu melampaui atau setidaknya mendekati rata-rata nasional tersebut.
  • Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) harus menerima kenyataan pahit dengan mencatatkan persentase APS kelompok umur 16โ€“18 tahun terendah di Pulau Sumatera.
  • Sumsel hanya mengantongi angka 73,78 persen jauh berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 77,86 persen.

, PALEMBANG โ€” Usia 16 hingga 18 tahun merupakan masa keemasan bagi seorang remaja untuk menggembleng diri di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau madrasah aliyah.

Namun, tantangan besar justru membentang di Pulau Sumatra, di mana masih banyak anak usia sekolah yang terpaksa putus jalan sebelum menuntaskan pendidikan menengahnya.

Secara nasional, Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk kelompok umur 16โ€“18 tahun telah menyentuh angka 77,86 persen.

Sayangnya, tak semua provinsi mampu melampaui atau setidaknya mendekati rata-rata nasional tersebut.

Berdasarkan pembaruan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 28 Agustus 2026, potret ketimpangan pendidikan usia menengah di pulau Sumatera memperlihatkan dinamika yang cukup memprihatinkan.

Sumsel Tertahan di Posisi Juru Kunci

Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) harus menerima kenyataan pahit dengan mencatatkan persentase APS kelompok umur 16โ€“18 tahun terendah di Pulau Sumatera.

Sumsel hanya mengantongi angka 73,78 persen jauh berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 77,86 persen.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa ada lebih dari 26 persen anak usia 16โ€“18 tahun di bumi Sriwijaya yang sudah tidak lagi duduk di bangku sekolah, baik karena faktor ekonomi, keterbatasan akses, maupun dorongan untuk langsung memasuki dunia kerja informal.

Membandingkan dengan Provinsi Tetangga

Kondisi Sumsel bahkan tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi tetangganya di bagian selatan dan timur Sumatera.

Berikut deretan daerah dengan persentase APS kelompok umur 16โ€“18 tahun paling mengkhawatirkan di Sumatra:

Sumatra Selatan: 73,78 persen (Terendah di Sumatra)

Jambi: 74,39 %

Lampung: 75,35 %

Kepulauan Bangka Belitung: 76,03 %

Meskipun Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung berada di atas Sumsel, ketiga provinsi tersebut kompak masih berada di bawah bayang-bayang rata-rata nasional.

Rendahnya APS pada kelompok umur 16โ€“18 tahun menjadi alarm keras bagi pemangku kebijakan di bidang pendidikan, khususnya di Sumatra Selatan.

Fase usia ini merupakan ambang batas krusial sebelum seorang individu memasuki dunia kerja atau jenjang perguruan tinggi.

Tanpa adanya percepatan intervensi seperti bantuan biaya pendidikan, pemerataan sarana sekolah menengah di daerah terpencil, hingga edukasi kesadaran orang tua ketimpangan ini berisiko menahan laju peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah di masa depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *