Pamekasan, Media Awas. Com- Kegiatan penyuluhan pertanian dalam rangkaian TMMD ke-130 tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan berlangsung di Balai Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (15/10/2026).
Penyuluhan bertema ‘Meningkatkan Pengetahuan Menuju Pertanian Maju dan Sejahtera’ ini menyasar warga Desa Jarin yang 95 persen berprofesi sebagai petani.
Bersama Pemerintah Desa Jarin, kegiatan tersebut menghadirkan Kabid Penyuluhan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Slamet Budiharsono dan penyuluh Moh. Sjahrul Arifin.
Desa Jarin sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Pamekasan. Dengan luas lahan 500 hektare, total produksi pertaniannya mencapai 3.520 ton.
“Lumbung pangan di Kabupaten Pamekasan. Total produksi pertanian 3.520 ton,” ujar Slamet.
Ia mengapresiasi peran TNI melalui TMMD yang ikut mengawal agar produksi pertanian padi terus meningkat.
Sementara itu, materi yang disampaikan Moh. Sjahrul Arifin fokus pada budidaya padi sebagai celah peningkatan produksi.
Ia menjelaskan, tujuan budidaya padi adalah untuk peningkatan produksi dengan 4 cara : memperluas areal di luar musim tanam pertama, penggunaan varietas unggul, jarak tanam yang tidak terlalu renggang, dan tanam rapat dalam baris.
Salah satu petani dari Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Jarin, Abdur Rasyid, mengaku produksi padi di desanya masih bisa digenjot lebih tinggi dari total 3.520 ton yang ada saat ini dari lahan 500 hektare.
Namun, kendala utama yang dihadapi 95 persen petani di desanya adalah ketersediaan air, terutama saat di luar musim tanam pertama.
“Kalau airnya cukup, kami bisa tanam terus. Tapi sekarang kalau kemarau susah air, lahan banyak yang nganggur,” ujar Abdur Rasyid, anggota Kelompok Tani Tunas Harapan, disela penyuluhan.
Ia berharap ada dukungan pemerintah untuk infrastruktur air, seperti sumur bor atau irigasi, agar petani bisa memperluas areal tanam seperti yang disarankan penyuluh.
Menanggapi keluhan petani, program TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan diketahui juga membangun sumur bor di Desa Jarin sebagai salah satu sasaran fisik selain pengaspalan jalan 550 meter dan perbaikan RTLH.


