Penurunan Daya Beli di Pasaran Tradisional Pangandaran
Daya beli masyarakat di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran terus menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini berdampak langsung pada omzet para pedagang, yang kini semakin mengalami kesulitan dalam menjual barang dagangannya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Pangandaran, Supendi, menyampaikan bahwa keluhan dari para pedagang ini sering ia dengar saat melakukan kunjungan rutin ke pasar tradisional. Ia juga menyebutkan bahwa hampir semua pedagang mengeluhkan minimnya jumlah konsumen yang datang.
“Ketika saya berkunjung ke pasar, saya sering berbelanja sambil memantau kondisi pasar dan berbincang dengan para pedagang. Ternyata hampir semua pedagang mengeluhkan sedikitnya konsumen,” ujar Supendi melalui pesan WhatsApp.
Menurut Supendi, penurunan daya beli paling terasa oleh pedagang yang menjual barang non-kebutuhan pokok seperti fesyen dan aksesori. Contohnya, pedagang jam tangan mengaku bahwa sekarang jarang menjual barang baru. Konsumen yang datang hanya untuk servis atau mengganti baterai jam.
“Perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya aktivitas di pasar tradisional,” jelas Supendi.
Untuk mengatasi hal ini, DKUKMPP Pangandaran memberikan berbagai pembinaan kepada para pedagang. Pembinaan ini mencakup pelatihan pemasaran digital, teknik pengemasan produk, hingga pendampingan dalam pengurusan perizinan usaha.
“Sejak lama kami sudah memberikan edukasi kepada pedagang pasar melalui pembinaan langsung. Materinya mulai dari cara berdagang secara daring, teknik pengemasan yang baik, hingga memfasilitasi pengurusan izin usaha,” tambah Supendi.
Supendi menekankan bahwa para pedagang harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan tidak hanya mengeluh. Solusi yang disarankannya adalah mulai berdagang secara daring agar bisa memperluas pasar.
“Bukan hanya di Pangandaran, di kabupaten lain juga kondisinya hampir sama,” ujarnya.
Upaya Adaptasi Pedagang Pasar Tradisional
DKUKMPP Pangandaran telah mengambil langkah-langkah nyata untuk membantu pedagang beradaptasi dengan situasi yang ada. Salah satunya adalah memberikan pelatihan pemasaran digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pedagang dalam memasarkan produk mereka melalui platform online.
Selain itu, DKUKMPP juga memberikan pelatihan teknik pengemasan produk. Pengemasan yang baik dapat meningkatkan daya tarik produk dan membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli.
Pendampingan dalam pengurusan perizinan usaha juga menjadi bagian dari upaya yang dilakukan. Proses pengurusan izin yang lebih mudah dan cepat akan membantu pedagang dalam menjalankan usaha mereka.
Kesimpulan
Penurunan daya beli masyarakat di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran menunjukkan adanya perubahan besar dalam perilaku konsumen. Hal ini memaksa para pedagang untuk berinovasi dan beradaptasi dengan situasi yang ada. Dengan dukungan dari DKUKMPP, para pedagang memiliki kesempatan untuk memperluas pasar mereka melalui platform digital.
Dengan begitu, para pedagang tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga bisa berkembang di tengah tantangan yang ada. Semangat adaptasi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan ini.












