JAKARTA – Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Marsda Hendrikus Haris Haryanto, mengungkapkan bahwa kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) akan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Hendrikus saat menghadiri rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (20/7/2026).
“Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” ujar Hendrikus dalam rapat yang ditayangkan melalui akun YouTube TV Parlemen.
Untuk menyambut kehadiran kapal induk pertama milik Indonesia tersebut, TNI AL telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah pengiriman pasukan ke Italia untuk dilatih menjadi awak kapal induk. Sebanyak 100 personel telah dikirim oleh TNI dan akan menjalani pelatihan materi serta praktik hingga mampu mengoperasikan kapal induk dari Italia ke Indonesia.
Selain itu, TNI AL juga sedang mempersiapkan beberapa tempat sebagai pangkalan kapal induk. Salah satu lokasi yang dipilih adalah Lampung. Dengan adanya persiapan ini, Hendrikus berharap TNI AL dapat lebih maksimal dalam mengoperasikan kapal induk tersebut.
Sebelumnya, TNI AL telah menyiapkan Lanal Lampung sebagai salah satu tempat bersandarnya kapal induk Giuseppe Garibaldi. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul saat jumpa pers di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (13/7/2026). “Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi,” kata Tunggul.
Lanal Lampung ditetapkan sebagai salah satu pangkalan kapal induk karena beberapa pertimbangan, termasuk lokasinya yang strategis. Tunggul menjelaskan bahwa TNI AL sedang mempersiapkan banyak sarana dan prasarana di Lanal Lampung untuk menyambut Garibaldi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan fasilitas dan wilayah Lanal Lampung agar mendukung kebutuhan operasional kapal induk. Tunggul memastikan bahwa seluruh fasilitas tersebut akan selesai dibangun sebelum kapal induk Garibaldi datang ke Indonesia, tepat sebelum hari jadi TNI pada 5 Oktober 2026.
Persiapan Menyeluruh untuk Kapal Induk
Berikut beberapa langkah yang telah dilakukan oleh TNI AL dalam menyambut kapal induk Giuseppe Garibaldi:
-
Pelatihan Awak Kapal: Sebanyak 100 personel TNI AL telah dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan secara materi dan praktik. Pelatihan ini bertujuan agar mereka mampu mengoperasikan kapal induk setelah kembali ke Indonesia.
-
Pengembangan Fasilitas: Lanal Lampung sedang dalam proses pengembangan fasilitas dan wilayah agar bisa mendukung kebutuhan operasional kapal induk. Beberapa proyek infrastruktur sedang dikerjakan dan akan selesai sebelum kapal tiba.
-
Pemilihan Lokasi Pangkalan: Selain Lampung, TNI AL juga mempertimbangkan lokasi lain sebagai pangkalan kapal induk. Namun, Lampung dipilih karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan perairan laut yang cocok untuk operasi kapal besar.
-
Koordinasi dengan Pemerintah: Persiapan kapal induk tidak hanya dilakukan oleh TNI AL, tetapi juga melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pengoperasian kapal induk di Indonesia.
Masa Depan TNI AL dengan Kapal Induk
Kedatangan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan menjadi milestone penting bagi TNI AL. Kapal ini bukan hanya simbol kekuatan angkatan laut, tetapi juga menunjukkan kemampuan TNI AL dalam mengoperasikan teknologi canggih. Dengan persiapan yang matang, TNI AL siap menghadapi tantangan baru dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Selain itu, kehadiran kapal induk ini juga akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan industri maritim di Indonesia. Pelatihan awak kapal, pengembangan fasilitas, dan kerja sama dengan negara-negara lain akan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme TNI AL.
Dengan semua persiapan yang telah dilakukan, TNI AL siap menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi dan memanfaatkannya secara optimal untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional.












