Pengumuman Pemenang Pesoma III 2026 di UIN Saizu
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto secara resmi mengumumkan para pemenang Pekan Seni dan Inovasi Mahasiswa (Pesoma) III Tahun 2026. Kompetisi tahunan ini berhasil melahirkan berbagai talenta terbaik mahasiswa di bidang seni, keagamaan, inovasi, sains, teknologi, hingga e-sports.
Penetapan pemenang peserta Pesoma III 2026 tertuang dalam Surat Nomor B.1024/Un.19/WR3/PP.009/04/2026 tentang Pengumuman Juara Pesoma III 2026 yang ditandatangani Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Saizu, Prof. Sunhaji. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, seluruh juara ditetapkan melalui proses penjurian yang berlangsung objektif, independen, serta mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan panitia. Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Tema Pesoma III 2026
Pesoma III menjadi salah satu agenda kemahasiswaan terbesar di UIN Saizu. Tahun ini, kompetisi mengusung tema Inovasi dan Kreasi Mahasiswa: Sinergi Seni, Sains, dan Teknologi dalam Mewujudkan SDGs Berbasis Ekoteologi dengan tagline Unjuk Aksi, Raih Prestasi. Ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan mahasiswa berprestasi yang dipersiapkan menjadi delegasi UIN Saizu pada berbagai kompetisi regional, nasional, hingga internasional.
Antusiasme Mahasiswa dalam Pesoma III 2026
Antusiasme mahasiswa terhadap Pesoma III 2026 terbilang tinggi. Sebanyak 843 mahasiswa mendaftarkan diri pada tahap awal, sementara 773 peserta dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Sebelum memasuki babak final, peserta menjalani serangkaian tahapan mulai dari sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, pengumpulan karya, penilaian awal, hingga presentasi final.
Cabang Lomba yang Dipertandingkan
Pesoma III mempertandingkan beragam cabang lomba yang mencerminkan potensi mahasiswa dari berbagai bidang. Beberapa antara lain:
- Bidang Keagamaan: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Kaligrafi, Qiraatul Kutub, serta Da’i-Da’iyah.
- Bidang Seni: Pop Solo Islami, Story Telling, Puisi, Poster, hingga Film Pendek.
- Bidang Akademik dan Inovasi: Karya Inovasi Berbasis Al-Qur’an, Karya Inovasi Sosial Keagamaan, Karya Inovasi Media Pembelajaran, serta Karya Inovasi Sains dan Teknologi.
- E-Sports: Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menjadi salah satu kategori paling diminati.
Inovasi Berbasis Ekoteologi Mendominasi
Salah satu ciri khas Pesoma III tahun ini adalah banyaknya karya inovasi yang mengangkat isu keberlanjutan lingkungan berbasis ekoteologi. Dalam kategori Karya Inovasi Berbasis Al-Qur’an, Juara I diraih melalui karya Ecolarva Project, inovasi pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot yang dipadukan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kategori Karya Inovasi Sosial Keagamaan dimenangkan inovasi mengenai pengelolaan sampah digital di Kabupaten Banyumas. Sementara kategori Media Pembelajaran dimenangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bertajuk Eco-learning. Di kategori Karya Inovasi Sains dan Teknologi, Juara I diraih karya TeoFloating Farm, inovasi pulau terapung berbasis ekoteologi yang memanfaatkan tanaman kangkung air untuk meningkatkan kualitas air bendungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Film Pendek dan E-Sports Jadi Sorotan
Cabang Film Pendek juga menyita perhatian dewan juri. Film berjudul Sajadah di Atas Polusi berhasil meraih Juara I berkat penyampaian pesan pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman. Sementara itu, kompetisi Mobile Legends berlangsung sengit dengan diikuti 20 tim dari berbagai fakultas, termasuk mahasiswa Kampus II Purbalingga. Pertandingan menggunakan sistem gugur hingga babak final untuk menentukan tim terbaik yang berpeluang mewakili UIN Saizu pada kompetisi e-sports tingkat nasional.
Strategi Pembinaan Mahasiswa Berdaya Saing Global
Panitia menjadwalkan penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada para juara pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 08.30 WIB. Wakil Rektor III UIN Saizu, Prof. Sunhaji, menegaskan bahwa Pesoma bukan sekadar kompetisi internal kampus, melainkan bagian dari strategi pembinaan mahasiswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Melalui ajang tersebut, mahasiswa tidak hanya didorong meraih prestasi di tingkat universitas, tetapi juga dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi yang lebih tinggi sehingga mampu membawa nama baik UIN Saizu.
Penutup
Berakhirnya Pesoma III 2026 kembali menegaskan komitmen UIN Saizu dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang inovatif, religius, produktif, dan kompetitif melalui pengembangan talenta di bidang seni, teknologi, inovasi, kepemimpinan, hingga penguatan karakter. Bagi mahasiswa maupun sivitas akademika yang ingin mengetahui daftar lengkap para pemenang setiap cabang lomba, panitia telah menyediakan dokumen resmi yang dapat diakses melalui tautan berikut: [***]












