Daerah  

Rupiah Tekan Awal 2026, Dampak Isu The Fed dan Geopolitik


Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Pada Akhir Tahun

Pada penutupan perdagangan awal tahun 2026, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang dirilis, rupiah ditutup pada posisi Rp16.725 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 38 poin atau sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.687 per dolar AS.

Selama perdagangan hari ini, rupiah dibuka di tingkat Rp16.696 per dolar AS dan bergerak dalam rentang antara Rp16.691 hingga Rp16.732 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar global.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

1. Perbedaan Pandangan The Fed Mengenai Suku Bunga

Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah tidak lepas dari sentimen global, khususnya sikap bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember yang dirilis menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal The Fed.

Beberapa pejabat The Fed menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menahan suku bunga, setelah bank sentral tersebut telah melakukan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali selama tahun lalu. Namun, sebagian lainnya percaya bahwa kemungkinan besar akan lebih baik untuk melanjutkan penurunan suku bunga jika inflasi terus menurun.

2. Ketegangan Geopolitik Rusia-Ukraina

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga turut memperburuk sentimen pasar. Kedua negara saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru. Meskipun ada upaya diplomasi yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menciptakan perdamaian, situasi tetap memicu ketidakpastian global.

Ibrahim menjelaskan bahwa Kyiv baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan tujuan melemahkan sumber pendanaan Moskow. Hal ini semakin menambah keraguan di kalangan investor.

3. Proyeksi Rupiah Akan Melemah Pekan Depan

Pada perdagangan sore hari, rupiah sempat melemah hingga 45 poin sebelum akhirnya ditutup di level Rp16.725 per dolar AS. Untuk perdagangan Senin mendatang, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.750 per dolar AS.

4. Rentang Pergerakan Dolar AS dalam 52 Minggu Terakhir

Dalam 52 minggu terakhir, dolar AS bergerak dalam rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS. Sejak awal tahun berjalan (year to date), penguatan dolar AS terhadap rupiah tercatat sekitar 0,27 persen.

Pergerakan nilai tukar rupiah mencerminkan dinamika pasar global yang sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan moneter, konflik geopolitik, serta perkembangan ekonomi makro. Investor dan pelaku pasar perlu memantau perkembangan secara berkala untuk mengambil keputusan yang tepat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *