Daerah  

Menghadapi 2028, IKN Jadi Pusat Politik, Jakarta Jadi Magnet Ekonomi Global


Peran SDM Lokal dalam Pembangunan IKN

Dr Isradi Zainal, Koordinator Kalimantan Konsorsium sekaligus Deputi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Sumber Daya Alam, menyoroti pentingnya keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya dari Kalimantan Timur, dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang direncanakan selesai pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa masyarakat setempat harus diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam proyek strategis nasional ini, bukan hanya sebagai pengamat.

Sejak awal wacana pemindahan ibu kota, para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Kalimantan telah memberikan dukungan penuh terhadap IKN. Namun, dukungan tersebut disertai dengan harapan agar SDM lokal dapat dibina secara sistematis dan diberi ruang untuk berkiprah hingga level kepemimpinan, termasuk di struktur Otorita IKN.

“Kami sangat mendukung IKN. Namun, perlu adanya komitmen bahwa SDM lokal harus dibina dan diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari kepemimpinan dan pengelolaan IKN,” ujar Isradi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap keberlanjutan pembangunan IKN. Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke kawasan IKN dinilainya sebagai tanda kuat komitmen pemerintah untuk melanjutkan agenda besar yang dimulai sejak era Presiden Joko Widodo.

“Kami mengucapkan terima kasih atas konsistensi Presiden dan Wakil Presiden dalam menjaga keberlanjutan pembangunan IKN sebagai agenda strategis nasional,” tambahnya.

Fase Krusial Tahun 2025

Menurut Isradi, tahun 2025 akan menjadi fase krusial dalam pembangunan IKN. Beberapa infrastruktur eksekutif telah siap dan secara bertahap dapat digunakan untuk aktivitas pemerintahan. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa pemindahan ibu kota tidak boleh diartikan sebagai meninggalkan Jakarta.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, relokasi justru dimaksudkan untuk memperbaiki tata kelola Jakarta. “IKN bukan untuk melupakan Jakarta. Kita justru memperbaikinya. Ke depan, Indonesia memiliki dua pusat strategis: IKN sebagai kota dunia dan Jakarta sebagai ibu kota global yang diperkuat,” jelasnya.

Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan

Dalam kapasitasnya di PII, Isradi turut menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam. Ia mengingatkan agar kekayaan alam Indonesia dikelola secara adil dan berkelanjutan, sehingga tidak memicu ketimpangan baik dalam infrastruktur maupun pengembangan SDM.

“Kekayaan alam tidak boleh menjadi malapetaka. Pengelolaannya harus memberi manfaat merata bagi bangsa,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Menatap tahun 2026, Isradi berharap tata kelola sumber daya alam nasional semakin solid dan profesional. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa pada tahun 2028 mendatang, IKN dapat berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia, sementara Jakarta akan kian menguat sebagai pusat ekonomi dan bisnis.

“Harapannya, IKN dan Jakarta tumbuh sama kuat seiring manajemen sumber daya alam yang optimal demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *