Daerah  

Kisah Pilu Nasruddin: 13 Hari Mengungsi Akibat Banjir di Pidie Jaya


Kondisi Warga Pidie Jaya Pasca Banjir Bandang yang Masih Menghadapi Kesulitan

Nasruddin (38), seorang warga Dusun Meunasah Krueng Baroh, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih terpaksa tinggal di tempat pengungsian selama 13 hari. Ia dan keluarganya belum bisa kembali ke rumahnya karena lumpur tebal akibat banjir bandang yang menggenangi rumah mereka.

Lumpur yang mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter menutupi rumah Nasruddin. Hal ini membuat mereka tidak mampu membersihkan sendiri. Menurutnya, satu-satunya cara adalah dengan menggunakan alat berat, kondisi yang juga dialami oleh banyak warga lain di desanya.

“Tidak sanggup kita bersihkan lumpur sekitar 1,5 meter di depan, sedangkan di dalam rumah lumpur sepinggang,” ujar Nasruddin kepada salah satu media.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar warga Desa Manyang Cut masih bertahan di pengungsian. Beberapa dari mereka yang rumahnya tidak terlalu tertimbun lumpur hanya kembali untuk mencuci pakaian. Namun, hingga saat ini belum ada yang membersihkan rumah mereka.

Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Dasar

Masalah utama yang dihadapi warga adalah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Selain air bersih untuk konsumsi, mereka juga kesulitan untuk buang air besar dan kecil.

“Untuk membuang air besar atau kecil, masyarakat ada yang ke rumah tetangga dan juga ke desa lain,” ujar Nasruddin.

Selain itu, warga juga mulai mengalami kesulitan mendapatkan LPG. Meskipun ada, harga LPG melonjak tajam, sehingga banyak warga terpaksa menggunakan kayu basah untuk memasak.

“Cuma LPG serba kekurangan, kalau ada LPG harga melambung. Jadi terpaksa masyarakat memasak dengan kayu basah,” tambahnya.

Masalah Kesehatan yang Muncul

Masalah kesehatan juga mulai muncul di tengah kondisi yang sulit ini. Warga dilaporkan mulai terserang penyakit kulit dan demam.

“Tapi enggak sempat masuk RSUD, cuma si kecil kemarin masuk RSUD. Mohon kiranya pemerintah bisa melihat kondisi kami ini,” kata Nasruddin.

Tantangan Berat yang Dihadapi Warga

Dari segi ekonomi, warga juga mengalami dampak yang signifikan. Banyak dari mereka yang harus mengambil keputusan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, pemerintah setempat masih terus berupaya memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban bencana. Namun, sampai saat ini, banyak warga masih merasa kurang mendapat perhatian yang cukup.

Beberapa langkah penanggulangan bencana sudah diambil, namun proses pembersihan dan pemulihan masih memakan waktu yang cukup lama.

Warga berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah lebih efektif dan cepat untuk membantu mereka pulih dari dampak bencana yang terjadi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *