Program Pengembangan Sistem Terpadu di Wilayah Dataran Tinggi
Kementerian Pertanian melalui Proyek “The Development of Integrated System in Upland Areas Project” terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara terpadu di wilayah dataran tinggi. Kegiatan ini mengintegrasikan dua aspek penting yaitu on-farm dan off-farm yang dibungkus dengan model system agrisbisnis melalui integrasi hulu ke hilir (produksi, pengolahan, pemasaran).
Kegiatan On-Farm
Kegiatan on-farm dalam Proyek Upland fokus pada peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui perbaikan infrastruktur (irigasi, jalan usaha tani), penyediaan sarana produksi, pelatihan petani, modernisasi pertanian (benih unggul, alsintan) dalam rangka mencapai tujuan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani secara tangguh dan berkelanjutan.
Beberapa kegiatan utama on-farm dalam proyek UPLAND antara lain:
-
Pengembangan Infrastruktur Lahan & Air:
Pembangunan irigasi (bendungan, saluran primer, sekunder, tersier) untuk meningkatkan frekuensi tanam.
Pembangunan jalan usaha tani (JUT) untuk mempermudah transportasi dan menekan biaya.
Pembangunan sumur dalam dan embung (penampung air). -
Peningkatan Produksi dan Produktivitas:
Pengembangan komoditas unggulan daerah (contoh: kentang, padi, lada).
Bantuan sarana produksi (benih bersertifikat, pompa air, hand sprayer).
Penerapan teknologi pertanian modern (alsintan pra-panen dan pasca-panen) yang ramah lingkungan menuju Good Agiculture Practice (GAP).
Pelatihan teknik pembibitan dan budidaya tanaman (contoh: produksi benih kentang). -
Penguatan Kelembagaan & Kapasitas Petani:
Pelatihan dan pemberdayaan petani, termasuk petani wanita dan usia produktif.
Penguatan kelembagaan kelompok tani (Gapoktan).
Penguatan kelembagan ekonomi petani (Korporasi berbentuk koperasi petani).
Pemberdayaan perempuan melalui penumbuhan dan pengembangan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam mendukung keanekaragaman nutrisi keluarga.
Kegiatan Off-Farm
Kegiatan off-farm dalam Proyek UPLAND fokus pada pengembangan agribisnis hilir, peningkatan nilai tambah produk, dan diversifikasi usaha di luar budidaya langsung, seperti pelatihan pengolahan pasca panen (pasta/bubuk bawang putih), pengembangan unit jasa alsintan/pupuk organik (UPPO), pembentukan kemitraan ekspor (lada, kopi, dll.), dengan tujuan untuk:
- Menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan dan tangguh bagi petani.
- Meningkatkan pendapatan petani secara holistik, tidak hanya dari hasil panen.
- Membentuk kelembagaan petani yang kuat dan mandiri untuk menghadapi tantangan pasar.
Beberapa kegiatan utama off-farm dalam proyek UPLAND meliputi:
-
Pengolahan dan Peningkatan Nilai Tambah:
Pelatihan teknik pembersihan, sortasi, grading, dan pengolahan produk seperti membuat pasta atau bubuk bawang putih untuk meningkatkan nilai jual.
Pengembangan produk olahan siap pakai agar bisa diterima pasar domestik dan internasional. -
Pengembangan Agribisnis dan Unit Usaha Komunitas:
Pembentukan unit jasa alat mesin pertanian (alsintan) dan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang dikelola sebagai bisnis komunal.
Pelatihan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan laporan keuangan untuk usaha tani dan non-tani. -
Diversifikasi Usaha dan Pengembangan Ekonomi Desa:
Mendorong kegiatan off-farm seperti pariwisata desa.
Mengembangkan usaha penjualan pupuk organik. -
Kemitraan dan Pemasaran:
Memfasilitasi penjualan produk ke luar negeri (ekspor), seperti lada ke Jepang, untuk menstabilkan harga petani.
Menjaga keberlanjutan eskpor komoditi unggulan. -
Penguatan Kelembagaan dan SDM:
Pelatihan untuk penguatan SDM petani, termasuk petani wanita dan usia produktif, serta pendampingan teknis.
Fasilitasi pendampingan teknis dan pemberdayaan perempuan dan pemuda tani.
Koperasi Kopi Grabag, Kabupaten Magelang
Terletak diantara Gunung Andong dan Gunung Telomoyo, dengan ketinggian 500 – 1.100 MDPL, sektor pertanian dataran tinggi di Kab. Magelang menghasilkan kopi kualitas unggul dengan 2 varietas dominan, yaitu Robusta dan Arabika. Khususnya Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang kini berhasil memproduksi kopi berkualitas yang mampu menembus pasar internasional. Dengan lahan kopi seluas 1.200 hektar yang tersebar di beberapa desa, kopi Grabag Kabupaten Magelang berhasil menembus Pasar Dubai, Uni Emirat Arab dengan pengiriman pertama sebanyak 17 ton yang diharapkan terus bertambah kedepannya.
Peningkatan Produktivitas Kentang di Kabupaten Garut
Berada diketinggian 717 MDPL, Kabupaten Garut memiliki tanah yang subur. Dengan kemiringan lereng yang bervariasi, dikelilingi oleh Gunung Cikuray, Gunung Papandayan dan Gunung Guntur, Kabupaten Garut memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman holtikultura, terutama kentang. Menurut Hermanto, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kabupaten garut memiliki potensi pengembangan yang sangat besar dengan lahan exsisting seluas 800 Hektar.
Menerima manfaat secara langsung selama 5 tahun melalui program Upland, berhasil meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut. Produksi kentang melalui UPLAND Project, salah satunya dikembangkan di Desa Sukawargi. Kecamatan Cisurupan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya mengoptimal Program UPLAND melalui teknologi modern, infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani (JUT), gudang penyimpanan dan ALSINTAN, serta korporasi petani yang akan membantu pemasaran.
Hermanto menambahkan, setelah berjalan selama 5 tahun dengan nilai investasi sebesar 80 Milyar, pemerintah daerah memastikan siap melanjutkan kegiatan ini secara mandiri untuk memberikan manfaat secara ekonomi bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan petani di dataran tinggi Kabupaten Garut.
