Daerah  

Dividen Interim MCOL Rp80 per Saham, Cek Jadwalnya


Pembagian Dividen Interim Tahun Buku 2025 oleh MCOL

PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) mengumumkan rencana pembagian dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya. Jumlah yang akan dibagikan mencapai Rp284,44 miliar atau setara dengan Rp80 per saham. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris perseroan dan diambil berdasarkan keputusan Direksi pada 17 November 2025. Dividen tersebut berasal dari laba bersih kuartal III/2025.

Pembagian dividen ini dilakukan dalam rangka memberikan pengembalian kepada investor atas kinerja perusahaan selama periode tersebut. Dalam keterbukaan informasi yang dikeluarkan, Corporate Secretary MCOL, Jeanny Pratiwi, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini sudah direncanakan dan akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Jadwal Pembagian Dividen

Beberapa tanggal penting terkait pembagian dividen MCOL adalah sebagai berikut:

  • Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 26 November 2025.
  • Tanggal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 27 November 2025.
  • Cum dividen di pasar tunai pada 28 November 2025.
  • Ex dividen di pasar tunai pada 1 Desember 2025.
  • Recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen pada 28 November 2025.
  • Tanggal pembayaran dividen interim dijadwalkan pada 15 Desember 2025.

Jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen telah dipersiapkan dengan koordinasi yang baik dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan. Hal ini dimaksudkan agar proses pembagian dividen dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kinerja Keuangan MCOL pada Kuartal III/2025

Dalam kuartal III/2025, MCOL mencatat penurunan pendapatan sebesar 18,21% secara year-on-year (YoY). Pendapatan perusahaan sepanjang Januari-September 2025 mencapai US$486,98 juta, lebih rendah dibandingkan US$595,41 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh meredupnya harga batu bara di pasar internasional.

Sebagian besar pendapatan MCOL berasal dari penjualan ekspor batu bara senilai US$355,94 juta. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan pendapatan domestik melalui sewa sebesar US$88,19 juta, penjualan batu bara sebesar US$41,73 juta, serta pelayaran sebesar US$1,12 juta.

Laba bersih MCOL pada kuartal III/2025 turun signifikan sebesar 178,16% YoY, dari US$99,55 juta menjadi US$35,79 juta. Dengan asumsi kurs Rp16.680 per dolar AS, laba bersih MCOL pada sembilan bulan pertama tahun 2025 setara dengan Rp596,97 miliar.

Pemegang Saham Utama

MCOL memiliki beberapa pelanggan utama yang menyumbang pendapatan yang signifikan. Beberapa di antaranya adalah:

  • PT Riung Mitra Lestari: US$88,07 juta
  • HK Golden Sand International: US$68,62 juta
  • Trafigura Asia Trading Pte Ltd.: US$54,38 juta
  • China Bai Gui International: US$49,82 juta
  • Adani Global Pte. Ltd. Grup: US$41,41 juta

Selain itu, perusahaan juga mencatat beban pokok pendapatan sebesar US$394,62 juta, beban penjualan US$19,17 juta, beban umum dan administrasi US$24,51 juta, serta beban pajak penghasilan US$14,17 juta.

Pernyataan Perusahaan

MCOL menegaskan bahwa pembagian dividen interim tahun buku 2025 tidak akan memengaruhi kelangsungan usaha perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap fokus pada operasional dan pengembangan bisnis meskipun menghadapi tekanan dari fluktuasi harga batu bara.

Pembagian dividen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pemegang saham, sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan hasil investasi mereka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *