Daerah  

Krisis Ponpes Sidoarjo, Pakar UI: Seluruh Elemen Perlu Bekerja Sama


Peringatan dari Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tentang Keselamatan Bangunan Pesantren

Beberapa waktu lalu, terjadi kejadian tragis berupa runtuhnya bangunan musalah di Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Kejadian ini menarik perhatian Prof Fatma Lestari, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur pendidikan.

Prof Fatma menekankan bahwa pembangunan gedung tidak hanya sekadar mendirikan struktur, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan nyawa dan tanggung jawab moral. Ia mengatakan bahwa semua elemen, termasuk pemerintah, pengelola lembaga keagamaan, ahli teknik, hingga masyarakat, harus bekerja sama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Langkah-Langkah Penting dalam Pembangunan Gedung

Untuk memastikan keselamatan dan kualitas bangunan, beberapa hal penting harus diperhatikan. Pertama, perencanaan struktur bangunan harus dilakukan oleh tenaga profesional yang memahami prinsip dasar seperti beban hidup, beban mati, dan beban tambahan. Desain bangunan tidak boleh hanya fokus pada estetika, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keamanan agar bangunan tetap kuat dalam kondisi ekstrem.

Selanjutnya, struktur bangunan harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengalami runtuh progresif jika terjadi kegagalan pada satu elemen. Sebelum memulai pemasangan fondasi, survei geoteknik harus dilakukan untuk memastikan kapasitas daya dukung tanah dan kondisi air. Tidak boleh ada bangunan bertingkat tanpa fondasi yang kuat.

Jika akan ditambahkan lantai baru, maka fondasi lama harus dievaluasi dan diperkuat dengan perhitungan struktur yang baik. Selain itu, kualitas material yang digunakan juga harus sesuai standar. Pengecoran beton harus dilakukan dengan benar, serta hindari pengecoran berlebihan tanpa memperhatikan beban per-lantai.

Pengawasan dan Inspeksi Rutin

Pengawasan lapangan secara terencana dan terukur sangat penting. Harus ada pengawas lapangan yang kompeten untuk memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan desain. Uji mutu material seperti uji beton dan uji retak juga harus dilakukan secara berkala sesuai standar.

Prof Fatma juga menyarankan agar semua pembangunan dan renovasi memiliki izin resmi dari instansi yang berwenang. Pemerintah daerah harus melakukan audit rutin terhadap gedung publik seperti pesantren dan sekolah. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, tidak berarti tidak ada lagi tindakan yang perlu dilakukan.

Inspeksi struktur secara rutin harus dilakukan untuk memeriksa apakah ada keretakan, korosi, atau perubahan bentuk pada struktur maupun non struktur. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera lakukan perbaikan sebelum masalah semakin besar. Dengan demikian, potensi runtuh atau kecelakaan dapat diminimalisir.

Tanggung Jawab Pengurus Lembaga Pendidikan

Pengurus lembaga pendidikan juga harus memahami aspek teknik konstruksi dan keselamatan bangunan. Prof Fatma mengingatkan agar menghindari praktik tenaga nonprofesional atau santri dalam pekerjaan pembangunan tanpa pengawasan atau pendampingan dari ahlinya. Hal ini penting untuk memastikan kualitas dan keselamatan seluruh proses pembangunan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *