Daerah  

Setelah 16 Tahun Menunda Kuliah, Furry Setya ‘Purnomo’ Akhirnya Wisuda di UPGRIS


Semarang – Setelah menunda pendidikan selama lebih dari dua puluh tahun, aktor Furry Setya Raharja akhirnya resmi meraih gelar sarjana. Pemeran tokoh Purnomo dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) ini mengikuti prosesi wisuda ke-81 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Selasa (7/10).

“Alhamdulillah, akhirnya hari ini saya bisa wisuda. Ini pencapaian besar bagi saya karena prosesnya tidak mudah,” ujar Furry.

Furry pertama kali memasuki kampus IKIP PGRI Semarang yang kemudian berubah menjadi UPGRIS pada 2001. Namun, ia memutuskan untuk berhenti kuliah dan pergi ke Jakarta pada 2007 demi mengejar karier di dunia hiburan. Keputusan ini sempat membuat orang tuanya kecewa.

“Saya masih ingat ekspresi bapak dan ibu ketika saya bilang mau berhenti kuliah. Itu yang membuat saya bertekad untuk menuntaskan pendidikan ini,” katanya.

Pada 2022, Furry mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya setelah mengetahui adanya program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia kemudian mendaftar pada 2023 dan berhasil menyelesaikan studinya hingga bisa diwisuda tahun ini.

“Saya persembahkan kelulusan ini untuk orang tua saya. Ini kado buat mereka,” ujar teaterawan ini.

Furry juga menceritakan perjuangannya datang ke acara wisuda. Ia baru tiba di Semarang tengah malam setelah menyelesaikan syuting di Malang.

“Saya tidak ikut gladi bersih, tetapi yang penting bisa hadir bersama bapak dan ibu. Saya lihat mereka bahagia sekali,” tuturnya.

Rektor UPGRIS Sri Suciati menyampaikan bahwa wisuda ke-81 ini diikuti oleh 1.335 mahasiswa, termasuk peserta program RPL seperti Furry.

“Ini salah satu wisuda dengan peserta terbanyak. Ada 195 mahasiswa yang lulus tanpa skripsi karena karya ilmiahnya sudah terpublikasi di jurnal terakreditasi dan 588 mahasiswa lulus dengan sertifikat kompetensi dari BNSP,” ujarnya.

Suciati menyebut program RPL kini semakin diminati sejak diterbitkannya Permen Nomor 39 Tahun 2025. Melalui jalur ini, pekerja atau profesional yang sempat berhenti kuliah bisa kembali melanjutkan studi tanpa mengganggu aktivitas kerja.

“Mahasiswa RPL bisa kuliah di malam hari, akhir pekan atau waktu fleksibel lain sesuai kesepakatan dengan dosen. Program ini membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *