Daerah  

Lengkap! Poin-Poin Penting Arahan Presiden Prabowo di HUT ke-80 TNI


Ucapan Selamat dan Terima Kasih dari Presiden untuk TNI

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta seluruh jajaran dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI yang diadakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, hadir ratusan ribu prajurit TNI yang berpartisipasi dalam upacara ini.

Pembukaan arahan Presiden dimulai dengan ucapan selamat ulang tahun ke-80 untuk TNI. Ia menekankan bahwa TNI adalah bagian dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, TNI selalu bersama rakyat dalam kondisi apapun. Ia meminta seluruh prajurit TNI untuk mengabdikan jiwa dan raganya demi bangsa Indonesia.

Pemeriksaan Pasukan oleh Presiden

Dalam rangkaian acara, Presiden Prabowo melakukan pemeriksaan pasukan dengan menaiki kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad. Ia didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta tiga kepala staf angkatan. Presiden mengelilingi Monas sambil memeriksa pasukan yang hadir.

β€œTerima kasih, terima kasih, terima kasih pengabdianmu,” ucap Prabowo saat memeriksa ratusan ribu pasukan TNI. Ia menyatakan bahwa para prajurit TNI memiliki peranan penting dalam menjaga benteng NKRI. TNI disebut sebagai tulang punggung pertahanan Indonesia.

Kepemimpinan yang Berintegritas

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa TNI harus siap menghadapi segala kemungkinan. Untuk itu, TNI perlu mempersiapkan diri, membina diri, dan menggembleng diri. Mantan panglima Kostrad ini menekankan bahwa TNI memerlukan kepemimpinan terbaik. Ia meminta semua unsur pimpinan TNI untuk selalu membina diri dan menjadi teladan.

Kepemimpinan di TNI harus berbasis keteladanan, seperti konsep Ing Ngarso Sung Tulodo. Prabowo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten, tidak profesional, atau tidak memahami tugasnya. Ia telah meminta Panglima TNI dan kepala staf untuk terus menilai para pemimpin secara berkala. Ia juga menegaskan bahwa prajurit TNI berhak menuntut kepemimpinan yang terbaik.

Tugas TNI yang Berat dan Harus Introspeksi Diri

Presiden Prabowo menekankan bahwa tugas TNI tidak ringan. Ia memberikan contoh sejarah Nusantara yang diganggu oleh invasi asing. Bahkan hingga saat ini, upaya pencurian kekayaan Indonesia masih terjadi.

Ia meminta TNI untuk introspeksi diri dan bekerja sama dengan penegak hukum serta pemerintah daerah dan pusat untuk menjaga kekayaan alam negara. Prabowo menyatakan bahwa TNI bersama instansi terkait harus berusaha maksimal dalam melindungi kekayaan tersebut. Pemerintah juga harus mengelola kekayaan ini demi kepentingan rakyat Indonesia, yaitu mensejahterakan rakyat, memajukan bangsa, dan mencapai cita-cita adil dan makmur.

Ganti Organisasi Usang di Tubuh TNI

Sebelum menutup arahannya, Presiden Prabowo memerintahkan Panglima TNI dan jajarannya untuk terus mendukung pemerintah dalam membangun ekonomi negara. Ia meminta TNI tidak berhenti belajar dan berlatih. Termasuk dalam hal teknologi, sains, dan kecerdasan buatan.

β€œSaya perintahkan kepada Panglima TNI dan kepala staf untuk terus mengkaji perkembangan teknologi dan sains, mengkaji organisasi, dan jika diperlukan mengganti organisasi usang dengan organisasi yang lebih sesuai untuk kepentingan bangsa Indonesia,” tegasnya. Ia juga meminta TNI untuk mengikuti perkembangan teknologi siber dan kecerdasan buatan agar tidak ketinggalan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *