Pertumbuhan Ekonomi Kota Pangkalpinang Tahunan Mencapai 8,81 Persen
Pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang pada triwulan II-2025 menunjukkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, pertumbuhan ekonomi sepanjang periode tersebut mencapai 8,81 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Angka ini menunjukkan keberhasilan perekonomian kota yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sektor Sekunder sebagai Motor Penggerak Utama
Sektor sekunder menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan sektor ini mencapai 32,93 persen, yang tidak terlepas dari pulihnya aktivitas pengolahan timah setelah sempat terganggu akibat masalah tata kelola pada tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh Ahli Statistik BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS Kota Pangkalpinang.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang pada triwulan II-2025 dibandingkan triwulan I-2025 (q-to-q) juga menguat sebesar 5,53 persen. Dari sisi produksi, sektor tersier mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,57 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas jasa, termasuk administrasi pemerintahan, pertahanan, serta realisasi belanja pegawai akibat penerimaan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Pertumbuhan Kumulatif Hingga Triwulan II-2025
Secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Pangkalpinang hingga triwulan II-2025 tumbuh sebesar 8,89 persen. Sektor sekunder kembali menjadi bintang dengan pertumbuhan sebesar 38,85 persen, seiring kembali beroperasinya sejumlah perusahaan smelter sejak akhir 2024.
Aja Nasrun menjelaskan bahwa dominasi sektor jasa menunjukkan bahwa Pangkalpinang tetap bertumpu pada aktivitas perdagangan, transportasi, serta layanan pemerintahan, meski industri pengolahan logam timah menjadi penentu fluktuasi besar.
Peran Konsumsi Pemerintah dan Rumah Tangga
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi q-to-q didorong terutama oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yang naik tajam sebesar 26,40 persen, akibat peningkatan belanja barang dan jasa. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh sebesar 1,78 persen, didukung oleh momentum Iduladha dan pembayaran gaji ke-13 ASN.
Namun secara tahunan, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada konsumsi rumah tangga sebesar 3,31 persen, menandakan daya beli masyarakat mulai pulih seiring rebound sektor timah. Sementara itu, konsumsi pemerintah terkontraksi sebesar 11,90 persen.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa total produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II-2025 mencapai Rp5,27 triliun, atau Rp2,85 triliun atas dasar harga konstan 2010. Dengan capaian ini, Pangkalpinang menyumbang 18 persen terhadap total PDRB tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menempati posisi kedua terbesar setelah Kabupaten Bangka.
Daya Saing Ekonomi dan Tantangan yang Dihadapi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Juhaini, menyatakan bahwa keberhasilan mencatat pertumbuhan ekonomi 8,81 persen secara tahunan merupakan sinyal positif bagi iklim investasi dan daya saing ekonomi Kota Pangkalpinang.
Juhaini menekankan bahwa pemulihan sektor timah harus dibarengi dengan penguatan sektor jasa dan perdagangan agar pertumbuhan lebih berkelanjutan. Meskipun mencatat pertumbuhan yang impresif, Pangkalpinang masih menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan ekonomi, terutama dari ketergantungan terhadap sektor pengolahan timah yang rentan fluktuasi.
Menurut Juhaini, penguatan konsumsi rumah tangga, investasi infrastruktur, serta diversifikasi ekonomi menjadi kunci agar pertumbuhan tidak sekadar temporer.


