Siswa SMAN 1 Luragung Alami Keracunan Setelah Konsumsi Makan Bergizi Gratis
Beberapa ratus siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Luragung, Kabupaten Kuningan, mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini terjadi pada Kamis, 2 Oktober 2025, setelah para siswa mengonsumsi makan siang yang disediakan oleh Dapur MBG, Desa Luragungtongoh, Kecamatan Luragung.
Banyak dari mereka mengalami gejala seperti mual dan diare berkepanjangan. Sejumlah besar siswa yang mengonsumsi menu MBG mencapai lebih dari 1.000 orang. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, tahu goreng, ayam kecap, acar, buah anggur, dan wortel. Meski sebagian siswa memilih untuk tetap bersekolah, banyak lainnya tidak hadir karena kondisi kesehatannya yang buruk.
Puluhan siswa yang masih mengalami diare berkepanjangan sempat dilarikan ke Puskesmas Luragung. Beberapa di antaranya bahkan dirawat di Rumah Sakit (RS) Kuningan. Pihak sekolah dan rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini.
Penyelidikan Terkait Keracunan
Kepala SMAN 1 Luragung, H. Suleha, menyatakan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah keracunan yang dialami siswa disebabkan oleh konsumsi MBG. Ia mengatakan, pihak sekolah sedang bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kapolres Kuningan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M. Ali Akbar bersama dengan Kasat Reskrim, IPTU. Abdul Azis, telah mengunjungi sekolah untuk meninjau langsung situasi yang terjadi. Selain itu, pihak Puskesmas Luragung juga telah mengambil sampel feses atau tinja dari beberapa siswa yang dirawat. Sampel tersebut akan dianalisis untuk menentukan penyebab pasti dari sakit diare massal ini.
Dampak pada Kehadiran Siswa
Selain 60 siswa yang dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit, ada sekitar 80 siswa lainnya yang tidak hadir di sekolah. Hal ini menunjukkan dampak yang signifikan dari kejadian ini terhadap kehadiran siswa. Kepala Sekolah telah memberi instruksi kepada para wali kelas untuk berkoordinasi dengan orang tua siswa. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah siswa yang tidak hadir mengalami gejala serupa, yaitu diare.
Namun, dari jumlah siswa yang tidak hadir tersebut, beberapa di antaranya memiliki izin, sementara yang lain tidak memiliki keterangan. Hal ini memperkuat kekhawatiran tentang penyebaran penyakit yang tidak diketahui penyebabnya.
Kondisi Siswa yang Dirawat
Menurut informasi yang diperoleh, sebagian dari siswa yang dirawat di Puskesmas Luragung sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, sebagian lagi masih dalam perawatan. Sementara itu, siswa yang dirawat di RS KMC mengalami kondisi yang lebih parah. Menurut laporan, rumah sakit tersebut sempat penuh, sehingga beberapa siswa harus dirujuk ke tempat lain.
“Semoga saja, para siswa tidak mengalami sakit yang parah dan bisa segera pulih,” ujar Kepala Sekolah.
Tindakan Lanjutan
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah dan dinas kesehatan akan terus memantau kondisi siswa dan melacak kemungkinan sumber keracunan. Selain itu, pihak Dapur MBG juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui proses pengolahan dan pengiriman makanan yang diberikan kepada siswa.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak terkait, terutama dalam hal keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Dengan adanya tindakan cepat dan koordinasi yang baik, diharapkan tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.


