Daerah  

7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia di Pandeglang Bangkitkan Budaya Belajar Positif


Program Budaya Belajar Positif di SMPN 1 Karangtanjung

Di Kabupaten Pandeglang, berbagai inisiatif untuk menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) terus berkembang. Salah satu contohnya adalah Program Budaya Belajar Positif yang diterapkan di SMPN 1 Karangtanjung. Program ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Rianto Danardono dan telah berhasil mengintegrasikan kebiasaan baik ke dalam rutinitas harian siswa.

Senin READY (Refleksi Diri)

Setiap hari Senin, siswa melakukan evaluasi jurnal harian mereka. Aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat disiplin dan kesadaran diri. Siswa diajarkan untuk merefleksikan aktivitas mereka sepanjang minggu dan menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki atau dipertahankan.

Selasa Sehat

Pada hari Selasa, siswa melakukan olahraga bersama dan sarapan pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pola hidup sehat. Siswa diajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik dan nutrisi yang tepat.

Rabu Literasi

Rabu menjadi hari untuk membaca dan diskusi buku. Aktivitas ini meningkatkan minat baca serta keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa diajak untuk membaca buku-buku yang relevan dan saling berdiskusi tentang isi buku tersebut.

Kamis Mengaji/Memuji

Pada hari Kamis, siswa melakukan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan spiritualitas dan nilai-nilai keagamaan dalam diri siswa.

Jumat Taqwa (Jumtaq)

Jumat menjadi hari untuk pengajian dan pembinaan budi pekerti. Siswa diajarkan tentang nilai-nilai kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab. Aktivitas ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya.

Sabtu Bersih (Sabsih)

Pada hari Sabtu, siswa terlibat dalam kegiatan peduli lingkungan melalui kerja bakti. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Program ini diperkuat dengan monitoring jurnal harian siswa, kegiatan di rumah seperti beribadah, tidur cepat, dan bangun pagi, serta evaluasi rutin oleh wali kelas. Rianto mengakui bahwa proses penerapan tidak selalu mudah.

“Banyak tantangan yang kami hadapi dalam sosialisasi 7 KAIH. Pembelajaran penting bagi kami adalah bahwa program ini harus dirancang secara terencana, berkelanjutan, dan dikemas secara menarik, inovatif, dan menyenangkan agar murid tertarik untuk berpartisipasi. Guru pun harus aktif terlibat agar pesan yang disampaikan sampai dan menjadi teladan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan dampak nyata dari program tersebut.

“Refleksi jurnal harian siswa mencatat peningkatan partisipasi dalam kegiatan positif hingga 80%, peningkatan keterampilan hidup sehat dan ramah lingkungan sebesar 75%, serta terbentuknya karakter siswa yang beriman, peduli lingkungan, kreatif, mampu berkolaborasi, dan bertanggung jawab,” terang Rianto.

Antusiasme dari Peserta Sosialisasi

Antusiasme juga datang dari peserta sosialisasi. Euis, perwakilan Himpaudi, membagikan pengalamannya menerapkan kebiasaan baik di lingkungan PAUD.

“Kami sangat antusias dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Saat ice breaking sebelum pembelajaran, anak-anak begitu semangat ketika ditanya siapa yang sudah bangun pagi. Kami juga rutin melakukan Senam Anak Indonesia Hebat dan membiasakan makan sehat bergizi,” tutur Euis.

“Awalnya banyak anak membawa bekal mie, tetapi setelah sosialisasi seperti ini para orang tua mulai menyiapkan bekal yang lebih sehat. Kami juga sudah memiliki pojok baca dan taman bermain untuk mendukung interaksi anak dengan teman-temannya,” ungkapnya lebih lanjut.

Keberhasilan SMPN 1 Karangtanjung menjadi bukti bahwa implementasi 7 KAIH dapat dijalankan secara konsisten dan menghasilkan perubahan nyata. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Banten dan seluruh Indonesia untuk menanamkan kebiasaan baik yang menyatu dengan budaya sekolah.

Dengan dukungan kebijakan, praktik baik sekolah, serta kolaborasi keluarga, masyarakat, dan media, Kemendikdasmen optimistis Gerakan 7 KAIH akan mengakar sebagai budaya nasional yang menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Ini bukan hanya kampanye, tetapi gerakan sosial jangka panjang yang akan mengawal Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” tegas Rusprita Putri Utami, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *