Daerah  

Makanan MGB Berbau di Siantar, Cabdisdik Minta SPPG Periksa Kualitas


Penanggung Jawab SPPG Diminta Periksa Kualitas Makanan Bergizi Gratis yang Diterima Siswa SMA Negeri 1 Pematangsiantar

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Augus Sinaga, meminta penanggung jawab SPPG untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap laporan mengenai makanan bergizi gratis (MBG) yang berbau saat didistribusikan ke SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Hal ini dilakukan setelah adanya keluhan dari para siswa terkait kondisi makanan yang mereka terima.

Menurut Augus Sinaga, ia telah memberikan instruksi kepada penanggung jawab SPPG Kota Siantar untuk segera mengecek kualitas makanan yang diberikan ke sekolah. “Dengan adanya informasi tersebut, kami langsung menyampaikan kepada penanggung jawab SPPG Kota Siantar agar segera menugaskan penanggung jawab dapur SPPG terkait untuk datang ke sekolah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penanggung jawab SPPG harus melakukan pemeriksaan terhadap makanan sambil memberikan penjelasan kepada pihak sekolah. Tujuannya adalah agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Keluhan Siswa Terkait Kualitas MBG

Dilaporkan bahwa mayoritas siswa SMA Negeri 1 Pematangsiantar merasa tidak puas dengan makanan yang diterima pada hari Selasa (23/9). Banyak dari mereka menyebutkan bahwa kondisi makanan yang mereka terima sudah berbau dan tidak layak dikonsumsi.

Seorang siswa kelas XII IPS bernama J Hutagalung mengungkapkan bahwa makanan yang diterimanya masih jauh dari kata bergizi. Ia menyebutkan bahwa nasi sebagai komponen utama dalam makanan tersebut terlalu dingin bahkan hampir basi. Selain itu, telur terasa terlalu asin dan timun sudah bau.

“Telurnya keasinan, timunnya sudah bau dan nasinya sudah dingin kali. Saya dan beberapa kawan-kawan nggak termakanlah,” ujar J Hutagalung.

Ia juga mengatakan bahwa rasa makanan yang diberikan oleh SPPG Aek Nauli belum cukup layak untuk dikonsumsi. “Kalau dibilang enak, kayanya kurang (enaklah) lah,” tambahnya.

Tanggapan dari Wakil Kepala Sekolah

Sementara itu, seorang Wakil Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa MBG yang diterima oleh siswa mencakup seluruh peserta didik sebanyak 1.236 orang. Ia mengaku banyak siswa yang tidak tertarik dengan makanan yang disajikan.

“Saya nggak mau ngomong banyak ya. Tapi yang pasti kurang diterimalah makanannya sama anak-anak ini. Tadi disediakan makanannya untuk istirahat kedua selama 45 menit,” terangnya.

Langkah yang Diambil

Pihak sekolah dan dinas pendidikan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan segera. Penanggung jawab SPPG diminta untuk mengevaluasi kualitas makanan yang diberikan serta memastikan bahwa semua siswa mendapatkan makanan yang layak dan bergizi.

Selain itu, pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan tidak ada lagi keluhan serupa di masa depan. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat meningkatkan kualitas layanan SPPG dan memberikan pengalaman makan yang lebih baik bagi siswa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *