Suzuki Carry Pikap Dipakai Berbuat Dosa Enam Pria, Barang Bukti Benda Padat Senilai Rp 47 Juta
Suzuki Carry Pikap Dipakai Berbuat Dosa Enam Pria, Barang Bukti Benda Padat Senilai Rp 47 Juta
Enam pria menggunakan mobil pikap Suzuki Carry untuk melakukan dosa secara berjamaah, dengan barang bukti benda padat senilai Rp 47 juta
mediaawas.com/ Kejadian
Irsyaad W 4 Juli, pukul 9:30 AM 4 Juli, pukul 9:30 AM
mediaawas.com
– Enam orang pria ketahuan berbuat dosa menggunakan Suzuki Carry Pikap.
Mereka bersekongkol mencungkil benda padat senilai Rp 47 juta di jalur khusus.
Namun apes, aksi mereka tepergok oleh petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).
Yup, enam orang ditemukan sedang mencuri ballast stopper atau besi penahan batu balas rel kereta api di Km 30+200/300 petak jalan Stasiun Teluk Dalam – Stasiun Pulu Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, (30/6/25).
Saat beraksi, mereka membawa mobil pikap Carry untuk mengangkut besi yang mereka potong.
Manajer Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, M. As’ad Habibuddin, mengatakan aksi pencurian para pelaku diketahui pada pukul 12.20 WIB.
Saat itu, petugas Polsuska sedang melakukan patroli rutin.
Selanjutnya, petugas Polsuska mendengar suara benturan logam keras dari lokasi penangkapan, sekitar 30 meter.
“Ketika didekati, petugas mendapati enam orang tengah mencuri besi ballast stopper. Saat hendak diamankan, lima orang pelaku melarikan diri, sementara satu orang berhasil ditangkap di lokasi,” ungkap As’ad dalam keterangan tertulisnya, (2/7/25) dikutip dari Kompas.com.
Menurut As’ad, salah satu pelaku yang ditangkap berinisial S (40 tahun), dan pihak KAI kini telah menyerahkannya ke Polsek Pulau Raja beserta barang bukti 15 batang besi, 1 mobil pikap Suzuki Carry, dan 1 timbangan.
As’ad kemudian mengatakan, aksi pencurian ini menimbulkan kerugian material sekitar Rp47.250.000.
Namun, kata dia, potensi dampak bahayanya terhadap operasional kereta api jauh lebih besar dan mengancam keselamatan perjalanan.
“Kejahatan terhadap aset negara seperti ini sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” ucapnya.
“Besi ballast stopper memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan rel dan kelancaran operasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PT KAI berkomitmen untuk terus menjaga keamanan aset perkeretaapian dan memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekitar jalur kereta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan aset kereta api demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mendukung perjalanan kereta api yang andal dan aman,” kata As’ad.
Hak cipta mediaawas.com2025
Artikel Terkait
