Daerah  

Mengenai Gaza, PBB: Pemerintah dengan Pengaruh dan Kekuatan Besar Harus Menekan Israel




PIKIRAN RAKYAT –


Kondisi sulit yang tengah dialami warga Palestina di Gaza telah menjadi sorotan dunia. Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk menyoroti metode peperangan yang dilakukan Israel di Gaza.


Dia mengatakan penderitaan yang dialami warga Palestina di Gaza adalah hal mengerikan dan tidak dapat diterima. Dia mengkritik pemerintahan-pemerintahan di dunia mengenai situasi di Gaza.


“Fakta berbicara sendiri. Setiap orang di pemerintahan perlu menyadari apa yang terjadi di Gaza,” katanya dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.


He emphasized that all parties with significant influence and power should exert pressure on Israel. It is hoped that the pressure on Israel can end the suffering of Gaza residents.


“Israel telah menjadikan makanan sebagai senjata dan memblokir bantuan yang menyelamatkan nyawa. Saya mendesak penyelidikan yang segera dan tidak memihak terhadap serangan mematikan terhadap warga sipil yang putus asa yang mencoba mencapai pusat distribusi makanan. Retorika yang mengganggu dan tidak manusiawi dari pejabat senior pemerintah Israel mengingatkan kita pada kejahatan yang paling serius,” katanya.


“Hanya gencatan senjata segera yang mengarah pada solusi dua negara, dengan Gaza sebagai bagian integral dari Negara Palestina, yang dapat menawarkan perdamaian berkelanjutan,” katanya.


Volker juga turut menyoroti apa yang terjadi di Tepi Barat lantaran tiada hari tanpa serangan di salah satu wilayah Palestina itu. Dia menegaskan pemukiman adalah ilegal, begitupula dengan aneksasi.


Israel telah menerapkan blokade bantuan terhadap Gaza sejak 2 Maret 2025 yang menyebabkan krisis kebutuhan dasar. Warga Palestina di Gaza menghadapi situasi sulit selama berbulan-bulan.


Sejak serangan Oktober 2023, Israel telah menyebabkan 55.432 warga Palestina meninggal dunia. Selain itu, 128.923 warga lainnya terluka dan belasan ribu orang hilang. Mayoritas korban merupakan anak-anak, perempuan, dan lansia.


Neraka di bumi


Situasi yang sedang terjadi di Gaza dinilai lebih buruk dari neraka di bumi. Ini disampaikan oleh Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Mirjana Spoljaric.


“Kemanusiaan sedang gagal di Gaza. Kita tidak bisa terus melihat apa yang terjadi,” katanya.


ICRC saat ini menempatkan sekitar 300 staf di Gaza dan membantu orang-orang yang terdampak genosida di Gaza. Spoljaric mengatakan rumah sakit yang dikelola ICRC di Rafah dibanjiri korban dalam beberapa hari terakhir.


Saksi yang berada di lokasi mengatakan militer Israel penjajah menembaki kerumunan warga Palestina yang mencoba mendapatkan bantuan pangan yang begitu dibutuhkan.


“Situasi di wilayah tersebut melampaui standar hukum, moral, dan kemanusiaan yang dapat diterima. Fakta bahwa kita menyaksikan suatu bangsa dilucuti sepenuhnya dari martabat kemanusiaannya seharusnya benar-benar mengejutkan hati nurani kolektif kita,” katanya dilaporkan Arab News.


Lebih lanjut, dia mengatakan pemimpin dunia harus berbuat lebih banyak dan lebih nyata dalam upaya mengakhiri penderitaan warga Palestina di Gaza.


“Konsekuensinya akan menghantui mereka dan sampai ke rumah mereka,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *