Peningkatan Layanan Kesehatan untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Pekalongan
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satu inisiatif yang diterapkan adalah program Sapu Bersih AKI/AKB atau yang lebih dikenal dengan sebutan Saber AKI/AKB.
Program ini dirancang untuk mempercepat deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan pada ibu hamil dan balita. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa Saber AKI/AKB merupakan inovasi penting dalam rangka meningkatkan keselamatan ibu dan anak.
“Melalui program ini, peluang keselamatan ibu dan anak akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Pelaksanaan Program di Fasilitas Kesehatan
Program Saber AKI/AKB diterapkan di dua fasilitas kesehatan utama. Sasaran utamanya adalah 20 ibu hamil dan 30 balita. Setiap peserta mendapatkan pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis, termasuk kehadiran dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kondisi kesehatan yang muncul bisa segera ditangani.
Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi, Devi Hardiyanti, menjelaskan bahwa proses skrining dilakukan melalui evaluasi kondisi fisik, status gizi, serta deteksi gejala awal risiko kesehatan. Dalam pelaksanaannya, ditemukan beberapa kasus anemia pada balita. Anak-anak dengan kondisi anemia berat dan gizi buruk langsung dirujuk ke rumah sakit, sementara yang mengalami anemia ringan hingga sedang diberikan suplemen gizi.
Penanganan Ibu Hamil yang Membutuhkan Perawatan Lanjutan
Untuk ibu hamil yang memerlukan penanganan lanjutan, mereka segera diarahkan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Sementara itu, ibu hamil yang hanya membutuhkan pemantauan ringan tetap mendapatkan pengawasan berkala melalui puskesmas wilayah masing-masing.
Program ini dijalankan secara bergilir di setiap kecamatan. Dalam satu bulan, satu puskesmas menjadi lokasi pelaksanaan, sehingga selama setahun seluruh wilayah kota Pekalongan dapat merasakan manfaatnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap bisa mencapai target penurunan AKI dan AKB secara signifikan.
Manfaat dan Tujuan Jangka Panjang
Selain memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kesehatan selama masa kehamilan dan masa bayi. Melalui edukasi dan pemeriksaan rutin, diharapkan masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan keluarga.
Dengan kolaborasi antara dinas kesehatan, puskesmas, dan tenaga medis, program Saber AKI/AKB menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan terus meningkatkan akses layanan kesehatan, Pekalongan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi ibu dan anak.
