Banjir yang Masih Menggenangi Wilayah Karangligar
Banjir yang terjadi di Dusun Kampek dan Dusun Pengasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, masih belum surut hingga Senin 8 Desember 2025. Peristiwa ini sudah berlangsung selama empat hari dan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi warga setempat.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, sebanyak 345 rumah warga masih terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Selain itu, 200 warga, termasuk 3 balita dan 2 bayi, masih bertahan di lokasi pengungsian.
Beberapa titik tempat pengungsian menjadi pilihan warga terdampak banjir, antara lain aula kantor desa, rumah-rumah di pinggir saluran irigasi, serta rumah kerabat mereka yang aman dari genangan air.
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Karangligar, Kasim Setiabudi, menyebutkan bahwa tidak hanya rumah warga yang terkena banjir, tetapi juga beberapa fasilitas umum seperti bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Telukjambe Barat, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karangligar, dua musala, dan dua masjid jami. Bahkan, jalan menuju Karangligar dari arah Desa Sukamakmur hingga Senin siang masih tertutup air dan tidak bisa dilalui.
Kasim mengkhawatirkan bahwa genangan air di desanya akan berlangsung lama. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang masih tinggi di hulu Sungai Cibeet, sehingga genangan air sulit surut. Ia khawatir jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu, luapan air akan mengalir ke desa mereka. “Entah sampai kapan penderitaan ini bakal berakhir,” ujarnya.
Dapur Umum untuk Penuhi Kebutuhan Warga
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan bahwa kebutuhan pangan para terdampak banjir terpenuhi, minimal hingga empat belas hari ke depan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mendirikan dapur umum di sekitar Kantor Desa Karangligar. Operasional dapur umum ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Aep menyatakan bahwa penanganan banjir di Karangligar membutuhkan proses bertahap dan tidak dapat dilakukan secara instan. Pada tahun ini, sejumlah pekerjaan sudah mulai dilaksanakan, sedangkan pada tahun 2026, pembangunan lanjutan akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selain itu, Pemkab Karawang mendapatkan dukungan dalam menangani banjir Karangligar, antara lain dari Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 110 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun embung, rumah pompa, dan pintu air di sekitar Sungai Cibeet.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir, hingga saat ini dapur umum telah menyalurkan 500 paket makanan pada waktu pagi hari dan akan kembali mendistribusikan bantuan pada siang hari. Sehari sebelumnya, distribusi bantuan mencapai sekitar 800 paket makanan.
Langkah Mitigasi untuk Menghadapi Kedaruratan
Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Karawang menyiagakan armada pemadam kebakaran, termasuk unit damkar yang siaga di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kedaruratan, khususnya di kawasan pesisir utara Karawang yang sedang diterjang banjir rob.
